Mantan Bos Nissan Carlos Ghosn: Saya Harus Kabur atau Mati di Jepang

Berita Otomotif

Mantan Bos Nissan Carlos Ghosn: Saya Harus Kabur atau Mati di Jepang

BEIRUT – Carlos Ghosn, mantan bos aliansi Renault – Nissan – Mitsubishi mengaku mau tidak mau harus kabur dari Jepang atau bisa mati di sana.

Sebelum kabur dari Jepang ke Lebanon di tengah masa bebas bersyaratnya, Ghosn sudah ditahan sejak lebih dari setahun lalu di Tokyo, Jepang. Ia dituduh memalsukan laporan pendapatan dan melakukan penggelapan untuk kepentingan dirinya sendiri.

Setelah berhasil kabur dari tahanan di Jepang dengan cara yang dilaporkan mirip film mata-mata Hollywood pada akhir 2019, Ghosn akhirnya tampil di depan publik dengan mengadakan konferensi pers di Beirut, Lebanon pada Rabu (8/1/2020) waktu setempat. Menurut dia, ketika masih berada di ‘Negeri Sakura’ penguasa hukumnya sempat mengatakan bahwa dia bisa dipenjara selama 5 tahun sebelum menerima putusan pengadilan.

Ia semakin khawatir. Dari keterangan-keterangan sang pengacara, Ghosn menjadi yakin lambat laun dirinya bisa mati di negara itu jika tak kabur.

“Saya merasa sebagai tawanan di negara yang saya layani selama 17 tahun,” tandasnya, seperti dikutip dari CNN.

Ia mengklaim penahanannya merupakan plot untuk mengeluarkan dia dari salah satu ‘kerajaan’ otomotif besar dunia yaitu aliansi Renault – Nissan – Mitsubishi. Menurut pengakuannya, Nissan eksekutif merasa terancam oleh pengaruh serta wewenang Renault di dalam aliansi.

“Sayangnya tidak ada kepercayaan dan beberapa teman kami dari Jepang mengira satu-satunya cara menghilangkan pengaruh Renault dari Nissan adalah dengan menyingkirkan saya,” tukasnya.

Ghosn menjelaskan dia berniat integrasi yang lebih menyeluruh di antara para produsen otomotif di dalam aliansi, termasuk membuat holding company (perusahaan induk) yang bakal mengonsolidasikan saham dari tiga pabrikan di bawah satu nama. Ia mengatakan ia tidak memerintahkan merger total seperti yang diinformasikan selama ini dan masih ingin tiga perusahaan bekerja secara terpisah.

“Saya tidak lari dari keadilan. Saya kabur dari ketidakadilan,” pungkas laki-laki berpaspor Prancis, Lebanon, Brazil ini.

Nissan dan Renault menolak berkomentar soal pernyataan Ghosn. Namun, sebelumnya, Nissan menegaskan akan terus melakukan tindakan hukum yang diperlukan terhadap Ghosn.

Jaksa di Tokyo menilai Ghosn tidak punya siapa pun untuk disalahkan selain dirinya. Ada cukup bukti untuk menetapkan dia sebagai terdakwa.

Menteri Hukum Jepang Masako Mori mengatakan Ghosn sudah melakukan propaganda di Jepang dan dunia internasional dengan informasi palsu mengenai sistem serta praktik hukum Jepang. Hal ini tidak bisa ditoleransi.

[Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support