Mirip Film Action, Ini Cara Ghosn Kabur dari Jepang ke Lebanon

Berita Otomotif

Mirip Film Action, Ini Cara Ghosn Kabur dari Jepang ke Lebanon

TOKYO - Carlos Ghosn diketahui berhasilkan melarikan diri dari Jepang ke Lebanon. Semua bertanya-tanya, bagaimana mungkin Ia bisa lolos dari pihak berwajib Jepang.

Ghosn sendiri merupakan mantan Chairman and CEO Aliansi Renault–Nissan–Mitsubishi yang terkena kasus penggelapan pajak saat masih aktif. Pria berdarah Prancis - Lebanon ini masih berurusan dengan pihak berwajib di Jepang karena kasus-kasusnya tersebut.

Kaburnya Ghosn diketahui dipenghujung tahun 2019. Dan caranya melarikan diri dikabarkan sangat sistematik, secara spekulasi digambarkan mirip di film-film action Hollywood, Ia bisa lihai mengelabui para petugas berwenang di Jepang.

The Wall Street Journal mengklaim bahwa Ghosn entah bagaimana caranya berhasik melakukan kontak dengan seorang bernama Michael Taylor. Usut punya usut ternyata pria tersebut adalah seorang mantan Baret Hijau (Pasukan Khusus Angkatan Darat Amerika Serikat) dengan keahlian menyelinap atau meloloskan diri.

Rencana ini sendiri mulai berjalan pada 28 Desember 2019, ketika terjadi penundaan persidangan Ghosn. Keesokan harinya (Minggu, 29 Desember 2019), Ia dilaporkan terlihat meninggalkan rumahnya di Tokyo sendiran dengan menggunakan topi dan masker bedah yang menutup wajahnya. 

Selanjutnya, entah bagaimana caranya, Ghosn dikabarkan berada di Bandara International Kansai yang terletak di Osaka. Untuk diketahui, jarak Tokyo dengan Osaka cukup jauh, hampir 500 km, sekitar lebih dari Jakarta ke Semarang.

Taylor sendiri disebutkan telah menyiapkan pesawat jet pribadi di Airport Kansai yang digunakan untuk memindahkan Ghosn dari Jepang di Dubai. Yang menarik, Ghosn kemudian dimasukan ke dalam kotak hitam beroda, biasa digunakan rombongan band untuk menempatkan alat-alat musik jika sedang melakukan tour. 


Sekitar 12 jam kemudian, jet itu mendarat di bandara Ataturk di Turki. Di sini, masih di dalam kotak, Ghosn didorong 100 meter melintasi landasan menuju jet kecil yang membawanya ke Libanon.

Yang kemudian mengejutkan adalah pernyataan pihak Libanon soal keberadaan Ghosn di negara asal orang tuanya itu. Pengacara Ghosn, Junichiro Hironaka mengklaim masih memiliki paspor Ghosn dari Lebanon, Brasil dan Prancis seperti yang syarat jaminan Ghosn sebesar $ 14 juta. 

Namun di lain pihak, otoritas Libanon menyebutkan bahwa Ghosn masuk secara legal.

"Ghosn memasuki negara itu secara legal menggunakan paspor Prancis dan ID Lebanonnya," jelas Salim Jreissati, Menteri Lebanon untuk urusan Kepresidenan.

Atas kasus ini, pihak Turki menahan empat pilot yang diduga membantu Ghosn melarikan diri melalui pemberhentian di Istanbul. 

Carlos Ghosn sendiri menegaskan keluarganya tidak terlibat dalam pelariannya. Ia sendiri akan berbicara kepada media pada 8 Januari 2020.

Nantikan kabar selanjutnya. [Ari]



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support