Carlos Ghosn Menolak Semua Tuduhan Pemerintah di Persidangan

Berita Otomotif

Carlos Ghosn Menolak Semua Tuduhan Pemerintah di Persidangan

TOKYO - Carlos Ghosn, mantan Chairman Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi akhirnya muncul ke publik setelah sebelumnya Ia ditahan selama dua bulan.

Kemunculannya ini karena Ia harus menghadapi sidang di Jepang. Dalam sidang pertama tersebut Ia dibawa ke ruang sidang dengan tangan terborgol dan seutas tadi di pinggangnya. Ia mengenakan jas biru tua, kemeja putih tanpa dasi dan terlihat lebih kurus dari sebelum penangkapannya.

Ia pun menyampaikan pembelaannya sendiri, meski sebenarnya bisa diwakili oleh penasehat hukumnya. Dalam pembelaannya tersebut, Ia mengatakan bahwa Ia telah diperlakukan salah dan diperlakukan tidak adil.

“Saya sudah dituduh secara salah dan ditahan secara tidak adil berdasarkan tuduhan yang tidak mendasar. Saya percaya bahwa semua upaya saya atas nama perusahaan, saya telah bertindak terhormat, secara hukum dan dengan sepengetahuan dan persetujan dari eksekutif di dalam perusahaan,” ungkapnya.

Sidang ini sebenarnya adalah pemintaan dari pengacara Ghosn yang diadakan untuk menjelaskan alasan lamanya penahan sejak 19 November 2019. Hakim Yuichi Tada mengatakan penahanan itu dilakukan untuk menghindari resiko Ghosn akan melakukan perjalanan dan menyembunyikan barang bukti.

Sementara itu Ghosn juga menggunakan kesempatan ini untuk melakukan pembelaan dan menyangkal seluruh tuduhan yang di alamatkan padanya. Ia berharap ini akan menjadi ‘serangan balik’ pada persidangan berikutnya.

Nobuo Gohara, mantan Jaksa penuntut Umum mengatakan bahwa sidang ini juga memberikan dampak positif pada Ghosn khususnya pada citra dirinya. Sidang ini menjadi kesempatan untuk membalas berita negatif terkait Ghosn selama ini.

“Ini adalah kasus tingkat tinggi. Berita telah didominasi oleh informasi dari Jaksa penuntut umum dan Nissan sehingga masyarakat cenderung memiliki sudut pandang tersebut. Tapi ini semua informasi tentang Ghosn. Ini sangat penting,” tuturnya.

Setelah berminggu-minggu bungkam, pengacara Ghosn pun akhirnya buka suara dalam konfrensi pers. Mereka bersikeras bahwa pengadilan tidak memiliki alasan untuk menahan kliennya selama penyelidikan. Meski demikian, Ghosn masih harus mendekam di penjara hingga setidaknya 11 Januari 2018. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support