Carlos Ghosn, Bos Besar Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi Dibui 10 Hari

Berita Otomotif

Carlos Ghosn, Bos Besar Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi Dibui 10 Hari

TOKYO – Carlos Ghosn, pembentuk aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi akan dipenjara selama hampir dua pekan.

Pengadilan Distrik Tokyo (Tokyo District Court), seperti diwartakan Reuters belum lama ini, telah memutuskan bahwa Ghosn akan ditahan selama 10 hari, terhitung mulai hari penangkapannya pada Senin (19/11/2018) kemarin. Belum diketahui mengenai kemungkinan perpanjangan masa penahanannya jika kasus yang menimpanya menjadi berlarut-larut.

Shin Kumimoto, Deputy Public Prosecutor Kejaksaan Distrik Tokyo ((Tokyo Distric Public Prosecutors Office), mengatakan Ghosn dibui di Tokyo Detention Center. Ia menolak mengatakan apakah Ghosn telah mengakui tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

Seperti diketahui, Ghosn ditangkap oleh Kejaksaan Distrik Tokyo atas dugaan pemalsuan laporan pendapatan kepada Bursa Saham Tokyo selama beberapa tahun terakhir. Ia diduga mereduksi angka pendapatannya selama lima tahun, dari total 10 miliar yen (1,29 triliun) menjadi hanya setengahnya.

Dia juga diduga menyalahgunakan aset Nissan Motor Corporation (NMC) untuk kepentingan pribadi. Greg Kelly, Representative Director NMC, ikut terseret karena diduga membantu Ghosn.

Kasus Ghosn sendiri diawali oleh aduan whistle blower (sumber yang mengetahui permasalahan) yang membuat NMC menggelar investigasi internal selama berbulan-bulan lamanya, sebelum akhirnya mengatakannya kepada otoritas hukum setempat. Dua anggota aliansi, NMC serta Mitsubishi Motors Corporation (MMC), pada Kamis (22/11/2018) mengadakan rapat untuk mendiskusikan pencopotan Ghosn dari posisi Chairman of the Board serta Representative Director.

Renault, di sisi lain, telah menunjukkan pelaksana tugas (Plt) untuk jabatan Chairman of the Board plus Chief Executive Officer (CEO) yang ditinggal Ghosn. Mereka belum mengatakan langkah selanjutnya.

Penangkapan Ghosn terjadi di tengah wacana merger total antara anggota aliansi yang disokong oleh  pemerintah Prancis sebagai pemilik saham Renault. Nissan diketahui pula telah lama tidak puas dengan kewenangan mereka di dalam aliansi.

Sebagai informasi, aliansi terjalin pascaakuisisi saham 43,4 persen saham Nissan oleh Renault pada 1999. Di saat yang sama, Nissan mengambil 15 persen saham Renault, tanpa hak suara dalam voting. Mitsubishi bergabung pada 2016 setelah Nissan membeli 34 persen saham mereka. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support