Nissan juga Diincar Otoritas Hukum Jepang Terkait Kasus Carlos Ghosn

Berita Otomotif

Nissan juga Diincar Otoritas Hukum Jepang Terkait Kasus Carlos Ghosn

TOKYO – Nissan dikabarkan sedang diincar oleh otoritas hukum Jepang, terkait dugaan laporan keuangan palsu Carlos Ghosn kepada Bursa Saham Tokyo.

Ghosn selaku Chairman of the Board Renault, Nissan, Mitsubishi ditangkap Kejaksaan Distrik Tokyo (Tokyo Distric Public Prosecutors Office) pada Senin (19/11/2018). Ia diduga sengaja memanipulasi laporan penghasilannya plus menyalahgunakan aset Nissan Motor Corporation (NMC) untuk kepentingan pribadi, dengan dibantu oleh Greg Kelly sebagai Representative Director.

Seorang sumber yang mengetahui permasalahan, kepada media massa Jepang Asahi pada Rabu (21/11/2018), menjelaskan bahwa Kejaksaan Distrik Tokyo sedang menelisik kemungkinan keterlibatan NMC dalam pemalsuan laporan pendapatan. Hingga berita ini diturunkan, penegak hukum maupun NMC belum berhasil dimintai komentar.

Di sisi lain, pemerintah Jepang menegaskan bahwa mereka siap membantu aliansi Renault, Nissan, Mitsubishi untuk menyetabilkan bisnis mereka pasca diterpa kasus Ghosn. Menurut juru bicara pemerintahan yang tak disebutkan identitasnya, aliansi tiga pabrikan ini adalah simbol dari kesuksesan industri Prancis-Jepang.

“Kami akan terus mendukung aliansi ini,” ujar dia.

Penangkapan Ghosn menghebohkan industri otomotif global. Ia adalah  otak di balik aliansi yang menjual sekitar 9 juta unit kendaraan per tahun tersebut.

Pada 1999, Ghosn menjadi sosok kunci dari pembelian 43,4 persen saham Nissan oleh Renault. Sebaliknya, 15 persen saham Renault diakuisisi pula oleh Nissan. Ghosn, bersama dengan Renault, menyelamatkan Nissan dari kebangkrutan hingga kembali berprofit hanya dalam beberapa tahun.

Ghosn kembali bergerak membeli 34 persen saham Mitsubishi Motors Corporation (MMC) pada 2016 sekaligus menyelamatkan mereka dari kesulitan keuangan. Ia pun dijuluki sebagai ‘Mr. Fix It’ serta ‘The Cost Killer’.

Dari status sebagai pahlawan, Ghosn langsung berubah menjadi pesakitan setelah whistle blower mengadukan pemalsuan laporan pendapatannya selama lima tahun, dari 10 miliar yen (Rp 1,29 triliun) menjadi hanya setengahnya. NMC lantas melakukan investigasi internal selama berbulan-bulan sebelum melaporkannya kepada penegak hukum.

NMC serta MMC pun sedang berdiskusi untuk memecat Ghosn dari posisi Chairman of the Board dan Representative Director di kedua perusahaan. MMC juga bersiap melakukan investigasi internal. Renault bergerak lebih cepat dengan sudah menunjuk pengganti sementara di posisi Chairman of the Board plus Chief Executive Officer.

Saham NMC pada Rabu sudah bergerak naik 0,8 persen setelah sehari sebelumnya turun hampir 6 persen. Saham MMC turun 0,8 persen usai turun pula hampir 7 persen pada Selasa. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support