Astra Beri Bantuan Rp 2 Miliar untuk Korban Bencana Tsunami Selat Sunda

Berita Otomotif

Astra Beri Bantuan Rp 2 Miliar untuk Korban Bencana Tsunami Selat Sunda

JAKARTA - PT Astra International Tbk bersama perusahaan-perusahaan Grup Astra mendistribusikan bantuan tahap awal senilai Rp 2 miliar ke enam lokasi pengungsian korban tsunami di Banten dan Lampung.

Bantuan tersebut berupa mobil rescue, alat berat, logistik hingga selimut. Tak hanya itu, karena langkah ini masuk ke dalam program Nurani Astra, PT Astra International juga membuka beberapa posko untuk memudahkan penyaluran bantuan agar dapat langsung diterima oleh korban.

Posko Nurani Astra di Banten dibuka di kantor Marga Mandalasakti yaitu di Gerbang Tol Serang Timur dan di Balai Taman Nasional Ujung Kulon, Kelurahan Kertajaya, Kecamatan Sumur oleh Grup Pama Banten. Untuk Posko Nurani Astra di Lampung terletak di Kantor Auto2000 Kalianda, Jl Trans Sumatera, Kelurahan Way Urang, Lampung Selatan dan di Kantor Bupati Lampung Selatan oleh Grup Pama Lampung.

“Kami berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan agar bantuan dari Astra dan perusahaan-perusahaan Grup Astra dapat diterima secara langsung oleh para korban bencana tsunami di Banten dan Lampung,” ujar Pongki Pamungkas, Chief of Corporate Communications, Social Responsibility & Security PT Astra International Tbk.

Data sementara yang berhasil dihimpun posko Badan Nasional Penanggulangan Bencana hingga Selasa, 25 Desember 2018 pukul 19.00 WIB, tercatat korban meninggal dunia mencapai 429 jiwa, sebanyak 1.485 korban luka-luka, 154 orang hilang dan lebih dari 16 ribu orang mengungsi. Data tersebut adalah data sementara yang akan terus di update oleh BNPB setiap harinya hingga status tanggap bencana dihentikan. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar