Aragon, Sirkuit yang Penuh Kejutan

Berita Otomotif

Aragon, Sirkuit yang Penuh Kejutan

ALCANIZ – Sirkuit Motorland Aragon yang dua kali menjadi tuan rumah MotoGP 2020, memberikan kesan beragam bagi para pembalap di kelas utama.

Pada balapan pertama, kita dipertontonkan para pembalap Suzuki yang menggunakan ban soft. Keduanya mampu mendominasi jalannya lomba, meskipun memulai balapan dari barisan tengah. Dua rider asal Spanyol tersebut terlihat kewalahan pada pada balapan pekan berikutnya di sirkuit yang sama.

Joan Mir yang memulai balapan dari posisi 12 pada balapan akhir pekan lalu, hanya mampu menyodok dan kemudian finish di tempat ketiga. Sementara Rins yang memulai balapan dari posisi lebih baik tetap tidak menolong, Ia tidak bisa mengambil posisi terdepan dari Franco Morbidelli.

Kedua pembalap Suzuki tersebut di atas mengalami degradasi ban yang cukup besar. Dengan kecepatan dan kondisi cuaca yang relatif sama seperti balapan sebelumnya, aspal Aragon cukup kejam dalam menggerus kompon ban.

Para pembalap Honda juga ikut merasakan susahnya mendapatkan setingan terbaik di sirkuit Aragon, Spanyol. Selain Takaaki Nakagami dan Alex Marquez yang melakukan kesalahan karena tekanan besar, Honda tidak bisa mengantarkan satupun pembalapnya di posisi sepuluh besar.

Cal Crutchlow hanya finish di posisi 11 diikuti Stefan Bradl di belakangnya. Keduanya terpaut hampir 20 detik di belakang pemenang MotoGP Teruel 2020. Catatan Honda sebelumnya sebenarnya cukup positif, karena Alex Marquez mampu meraih finish kedua pada balapan pertama dengan ban soft untuk depan dan belakang.

Sementara akhir pekan kemarin, Alex Marquez memilih kombinasi ban kompon hard pada depan dan soft untuk belakang. Pilihan ban hard diyakini untuk bisa tampil lebih agresif karena Ia memulai lomba dari barisan tengah. Nyatanya pembalap tim Repsol Honda ini kehilangan grip ban depan dan menyudahi balapan lebih awal.

Kondisi kontradiktif dialami oleh para penunggang Yamaha. Maverick Vinales dan Fabio Quartararo kesulitan bersaing karena tidak mendapat grip ban dengan sempurna. Keduanya harus puas finish di urutan tujuh dan delapan.

Namun Franco Morbidelli yang selama ini kerap dianaktirikan, melejit dengan memenangkan balapan keduanya di MotoGP 2020. Ia berhasil mendapatkan setingan terbaik untuk menaklukkan sirkuit Aragon, Spanyol. Selain itu, Morbidelli juga sangat piawai dalam mengatur penggunaan ban secara efisien.

Kondisi yang kurang lebih sama juga dialami oleh Ducati. Dengan menerjunkan enam pembalap, hanya Johann Zarco yang berhasil masuk lima besar. Meskipun pada balapan sebelumnya Andrea Dovizioso, Jack Miller dan Zarco hanya berkutat di 10 besar.
Aragon
Kondisi yang tidak jauh lebih baik untuk para penunggang Ducati, membuat Aragon menjadi salah satu trek yang paling sulit ditaklukkan. Hasil pada akhir pekan kemarin membuat Dovi yang sebelumnya adalah calon peraih gelar juara dunia, semakin kecil peluangnya.

Hasil yang cukup baik diperlihatkan oleh KTM dengan menempatkan tiga pembalapnya di posisi tiga besar. Pol Espargaro finish keempat, Miguel Oliveira keenam dan Iker Lecuona kesembilan. Ketiganya mendapat berkah dari bermasalahnya dua pengguna Yamaha yakni Vinales dan Quartararo.

MotoGP di Aragon juga mampu membalikkan nama di klasemen sementara musim ini. Sirkuit hasil rancangan arsitek Jerman, Herman Tilke yang memiliki lintasan sepanjang 5.077 meter dengan 17 tikungan, membuat persaingan MotoGP musim ini semakin seru. [Dew/Ari]



Denny Basudewa

Denny Basudewa

Cowok kelahiran Bogor, Jawa Barat ini gemar mendalami seluk beluk dunia otomotif. Dunia jurnalistik telah menjadi passion hidupnya sehingga ingin terus memberikan informasi seputar otomotif pada masyarakat.


Berita Utama


Komentar