38.0000 Pelanggaran Lalu Lintas di Solo Terekam E-TLE

Berita Otomotif

38.0000 Pelanggaran Lalu Lintas di Solo Terekam E-TLE

SOLO – 38.000 pelanggaran lalu lintas berhasil terekam saat uji coba penerapan Electronic Traffic Law Enforcement atau ETLE di Kota Solo.

Jumlah ini terbilang sangat besar pasalnya fokus pelanggaran baru terbatas pada kendaraan roda empat. Bila ke depannya kendaraan roda dua juga akan menjadi sasaran maka bukan tidak mungkin jumlah pelanggaran akan semakin besar.

“Saat ini Satlantas Polresta Solo tengah uji coba kamera ETLE. Dalam uji coba selama dua bulan terakhir, sebanyak 38.000 pelanggaran terekam kamera itu. Menurutnya, saat ini kepolisian fokus pada pelanggaran kendaraan roda empat tidak memakai sabuk pengaman dan penggunaan handphone saat mengemudi,” ungkap Kompol Adhytiawarman Gautama Putra, Kasatlantas Polresta Solo.

Namun, pelanggaran lain seperti pengguna sepeda motor segera diberlakukan seiring jalannya evaluasi penerapan ETLE oleh Satlantas Polresta Solo itu. Tentunya dengan adanya ETLE ini diharapkan bisa membuat masyarakat menjadi lebih peduli terhadap ketertiban lalu lintas.

Tilang elektronik

“Ada satu lokasi di depan Solo Square, akan datang enam alat lagi pekan depan. Lokasi lain masih kami kaji. Solo merupakan proyek percontohan setelah Jakarta. Sementara mobil dulu, motor segera kami susulkan,” paparnya.

Banyaknya jumlah pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat Kota Solo ini menunjukka bahwa tingkat kepatuhan aturan lalu lintas di kawasan tersebut terbilang masih rendah. Maka adalah wajar bila putra presiden Joko Widodo yang saat ini duduk sebagai Walikota Solo membangun Indonesia Safety Driving Center (ISDC) di Kota yang Ia pimpin. Rencananya Ia akan memanfaatkan bekas pemakaman Pemakaman Mojo, Kecamatan Jebres.

Ia pun mengatakan bahwa ISDC ini nantinya dapat dimanfaatkan oleh banyak kalangan mulai dari instruktur sekolah mengemudi, penguji SIM, pengemudi profesional, petugas Patwal dan PJR, juga para petugas yang mengatasi emergency atau SAR.

“Di lokasi ini akan dibangun ISDC. Jadi tempat belajar dan berlatih untuk para instruktur sekolah mengemudi. Kita berharap keberadaan ISDC nanti akan mewujudkan kepekaan dan kepedulian para pemangku kepentingan dalam mewujudkan dan memelihara keamanan, ketertiban, keselamatan, dan kelancaran lalu lintas,” tegasnya. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar