Walikota Bekasi Sayangkan PSBB Belum Kurangi Mobilitas Warga

Berita Otomotif

Walikota Bekasi Sayangkan PSBB Belum Kurangi Mobilitas Warga

BEKASI – Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Bekasi tampaknya memang kurang efektif dalam menghambat mobilitas warga.

Beberapa waktu lalu disampaikan bahwa jumlah kendaraan di Bekasi hanya menurun sekitar 10% dibandingkan kondisi normal. Kemudian, pada hari Senin 20 April 2020 kondisi lalu lintas di sejumlah jalan juga masih terlihat padat.

Kepadatan ini membuat Rahmat Efendi, Walikota Bekasi kembali mengingatkan warganya untuk mengurangi aktivitasnya di luar rumah. Peringatan ini Ia sampaikan di akun instagram miliknya yaitu @bangpepen03 setelah melihat sejumlah titik di kota Bekasi.

Setidaknya ada tiga titik pantau yang Ia datangi yaitu Stasiun Bekasi Timur, Bulak Kapal dan Stasiun Bekasi Utama. Dari ketiga titik tersebut jumlah masyarakat yang beraktivitas dinilai masih sangat tinggi.

“Sangat disayangkan karena masih banyak warga yang berlalu lalang di jalan, padahal penerapan untuk Work From Home (WFH) sudah disebar. Karena warga juga masih bekerja di luar Kota Bekasi menggunakan kereta, termasuk juga menggunakan roda 2 saling berboncengan,” ungkapnya.

Padahal, untuk berkendara di wilayah Kota Bekasi selama PSBB pegendara harus mematuhi beragam peraturan yang cukup ketat. Sebut saja pembatasan jumlah penumpang untuk kendaraan roda empat dan dua, kewajiban untuk menggunakan masker dan pengurangan waktu operasional kendaraan umum.

Namun sayangnya hingga kini masih banyak warga yang terpaksa beraktivitas karena mengaku bahwa perusahaannya tidak menerapkan WFH. Akibatnya, mereka harus tetap keluar rumah untuk bekerja. Inilah yang menjadikan mobilitas di Kota Bekasi tetap tinggi.

Saat berita ini dibuat, jumlah penderita Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Indonesia sudah mencapai 6.760 orang. Dari jumlah tersebut tercatat 747 orang dinyatakan sembuh dan 590 orang lainnya meninggal dunia. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar