PSBB Belum Bisa Tahan Mobilitas Masyarakat Bekasi

Berita Otomotif

PSBB Belum Bisa Tahan Mobilitas Masyarakat Bekasi

BEKASI – Penurunan jumlah kendaraan di Kota Bekasi setelah tiga hari Penyelenggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ternyata tidak signifikan.

Berbeda dengan DKI Jakarta yang jalan-jalannya sudah sepi, jalanan di sejumlah kota Bekasi dikabarkan masih tetap padat. Penurunan jumlah kendaraan diklaim hanya sebesar 10% dibandingkan dengan kondisi normal.

“Lima sampai 10% penurunannya. Hari pertama (penerapan PSBB), hari kedua dan hari ketiga itu (mobilitas kendaraan) masih sama saja,” ungkap AKBP Ojo Ruslani, Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota.

Bahkan di beberapa jalan Bekasi terbilang masih terdapat kepadatan sehingga terkesan tidak terjadi PSBB di kawasan tersebut.

“Yang besar itu masuk wilayah Bekasi itu di Jalan Narogong, Bantargebang, kemudian Sumber Arta, Jatiwaringin dan Sasak Jarang di wilayah Bekasi Timur. Itu entry point yang cukup besar arus lalu lintasnya,” terangnya.

Menurutnya, kondisi tersebut bukan karena masyarakat yang kurang teredukasi namun disebabkan masyarakat masih harus memenuhi kebutuhan sehari-hari. Terlebih, bagi mereka yang bekerja harian, mau tidak mau tetap harus berangkat bekerja.

Tak hanya itu, jumlah pelanggan PSBB di Kota Bekasi pun terbilang cukup tinggi. hanya pada dua hari pertama berlangsungnya PSBB, sedikitnya ada 250 pelanggaran yang telah berhasil dicatat oleh pihak Metro Bekasi. Hari pertama sebanyak 165 pelanggaran dan hari kedua sebanyak 199.

“(Jenis pelanggaran) yang dominan motor boncengan, lainnya tidak pakai masker dan melebihi muatan,” tandasnya. [Adi/Ari]

Kota Bekasi memulai PSBB pada tanggal 15 April 2020. Ketika itu mereka menerapkannya bersamaan dengan empat wilayah lain di Jawa Barat. Kota Bekasi dinilai merupakan salah satu zona merah di Provinsi Jawa Barat karena berbatasan langsung dengan DKI Jakarta.

Hingga berita ini dibuat, jumlah penderika Covid-19 di Kota Bekasi mencapai 183 orang, Pasien Dalam Pemantauan (PSDP) sebanyak 511 orang dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) mencapai 1.464 orang. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar