Wacana Pajak 0 Persen Terlalu Lama Bisa Bikin Konsumen Tunda Beli Mobil

Berita Otomotif

Wacana Pajak 0 Persen Terlalu Lama Bisa Bikin Konsumen Tunda Beli Mobil

JAKARTA – Wacana pemberian pajak 0 persen bagi mobil baru yang terlalu lama mengambang bisa membuat konsumen menunda pembelian di masa pandemi virus Corona (Covid-19). Eksekutif Suzuki dan Toyota di Indonesia pun berharap pemerintah memberikan kepastian secepatnya.

Seperti diketahui, Kementerian Perindustrian bersama dengan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pada pertengahan September 2020 mengajukan pembebasan atau pemangkasan pajak mobil baru hingga akhir tahun. Menteri Keuangan Sri Mulyani sendiri menilai insentif dari pemerintah selama masa pandemi sudah banyak, tapi tak menutup rapat peluang untuk mengabulkan usulan tersebut.

Donny Saputra, Direktur Pemasaran PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS), mengatakan pasar otomotif berpotensi menunda pembelian setelah mendengar wacana tersebut. Segmen yang paling berisiko menanti keputusan pemerintah adalah kendaraan penumpang.


“Khususnya di segmen kendaraan penumpang. Kalau kita lihat, kan, kendaraan komersial sudah dapat PPnBM (Pajak Penjualan Barang Mewah) 0 persen. Kalau kendaraan penumpang ada yang 10 persen, 30 persen, macam-macam,” tukas dia dalam diskusi virtual Forum Wartawan Otomotif (Forwot) pada Rabu (30/9/2020).

Karakter konsumen kendaraan penumpang pun berbeda dengan mobil niaga. Kendaraan komersial dibeli karena memang sang pengusaha sedang butuh, sehingga hampir pasti tidak menunda-nunda.

“Mereka lebih membeli karena alasan fungsional. Kalau konsumen kendaraan penumpang lebih emotional buyer. Karena mobil juga masih menandakan status sosial,” lanjut Donny.


Penjualan mobil nasional sendiri sudah amat turun karena pandemi yang menerpa sejak Maret. Target sudah diubah dari 1,050 juta unit—tak jauh beda dari capaian 2019 sebanyak 1,030 juta—menjadi 600 ribu unit dengan kemungkinan merevisinya lagi.

Karena itulah, Donny meminta pemerintah cepat memeberikan kepastian menerima atau menolak. Apalagi, di masa pandemi, penjualan mobil sudah sulit.

“Di masa pandemi ini, para salesman (tenaga penjual) sudah susah dalam menjual mobil. Jadi, kalau kondisi makin susah, kami pun makin sedih,” tukasnya.

Harapan sama diutarakan oleh Anton Jimmi Suwandy selaku Direktur Pemasaran PT. Toyota Astra Motor (TAM). Ia berharap ada pemerintah bisa segera memberitahukan posisi mereka terhadap usulan pajak mobil 0 persen.


“Iya, harapannya, mudah-mudahan bisa ada keputusan dalam waktu dekat,” ujar Anton melalui pesan singkat secara terpisah. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar