VW Tinggalkan Pasar Iran Gara-gara Tekanan Donald Trump

Berita Otomotif

VW Tinggalkan Pasar Iran Gara-gara Tekanan Donald Trump

WOLFSBURG – Volkswagen (VW) akan meninggalkan pasar Iran dan melepas hampir seluruh bisnis mereka di sana atas tekanan Donald Trump, Presiden Amerika Serikat (AS).

VW, seperti diwartakan Bloomberg beberapa waktu lalu, mengikuti pemberlakuan kembali sangsi ekonomi yang diberikan AS kepada Iran karena isu nuklir. Pabrikan otomotif yang bermarkas di Wolfsburg, Jerman itu tunduk pada kemauan Negeri Paman Sam setelah diskusi antara keduanya berlangsung selama berpekan-pekan.

Diskusi itu dipimpin oleh Richard Grenell, Duta Besar AS untuk Jerman. Ia juga lah yang kemudian mengumumkan minggatnya VW dari Iran.

“Kami senang dengan keputusan tersebut karena Iran telah mengalihkan sumber daya ekonomi mereka dari rakyatnya untuk menyebarkan kekerasan serta instabilitas di berbagai belahan dunia,” ujarnya.

Sebagai informasi, Donald Trump memutuskan untuk keluar dari perjanjian nuklir yang dibuat dengan Iran pada 2015 saat negara adikuasa ini dipimpin Barack Obama. Dalam perjanjian yang dikenal dengan nama ‘The Joint Comprehensive Plan of action’ tersebut, Iran bersedia membatasi aktivitas nuklirnya agar sangsi ekonomi dari AS dicabut.

Trump menilai kesepakatan dengan Iran tiga tahun lalu itu sebagai sesuatu yang hanya menguntungkan satu sisi, bencana dan perjanjian terburuk yang pernah ia lihat. Taipan properti AS ini pun meminta negosiasi ulang untuk kesepakatan baru.

Lebih lanjut, Grenell menjelaskan bahwa VW masih diperbolehkan menjalani sebagian kecil bisnis di sana yang berdasar pada eksepsi kemanusiaan (humanitarian exception). VW, di sisi lain menolak mengomentari informasi tersebut dan hanya mengeluarkan pernyataan diplomatis bahwa pihaknya memonitor dengan seksama perkembangan ekonomi serta politik di Iran.

“VW mengikuti seluruh aturan hukum serta regulasi ekspor nasional maupun internasional yang berlaku,” terang mereka.

Laporan menyebutkan bahwa VW diancam oleh Trump untuk memilih salah satu antara melakukan bisnis dengan pasar besar seperti AS atau Iran. Manutnya VW merupakan pukulan bagi Uni Eropa yang masih mengusahakan kedua belah pihak tetap mengikuti The Joint Comprehensive Plan of action demi kelancaran bisnis semua pihak.

VW sebenarnya baru saja berbisnis di Iran untuk pertama kalinya dalam 17 tahun pada 2017. Mereka menunjukkan importir lokal Mammut Khodro untuk memasarkan dan menjual dua model, Tiguan serta Passats. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar