VW Beetle 'Disuntik Mati' Gara-Gara Mobil Listrik

Berita Otomotif

VW Beetle 'Disuntik Mati' Gara-Gara Mobil Listrik

VIRGINIA – Volkswagen (VW) Beetle atau di Indonesia dikenal sebagai VW ‘Kodok’, bakal berhenti diproduksi pada 2019.

Produksi global VW Kodok bagi pasar global beberapa waktu lalu dikabarkan akan dihentikan tepatnya pada Juli tahun depan. Sebelum itu terjadi, pabrikan asal Jerman ini akan menutup sejarah panjang VW Kodok dengan merilis dua model spesial yaitu Final Edition SE serta Final Edition SEL dengan teknologi driver assisstance.

Keduanya dipastikan akan dijual di Amerika Serikat. Belum diketahui negara-negara mana lain yang akan mendapatkannya.

Hinrich Woebcken, Chief Executive Officer (CEO) VW Group of America, menjelaskan bahwa keputusan ‘menyuntik mati’ VW Kodok diambil karena rencana mereka untuk melakukan transisi dari mobil konvensional ke mobil listrik semakin dekat. Seperti diketahui, mereka memang serius beralih ke mobil ramah lingkungan setelah skandal pemalsuan data emisi gas buang mesin diesel terungkap pada 2015. Sayangnya, VW Kodok listrik tidak masuk dalam rencana.

“Kehilangan Beetle setelah eksistensinya selama tiga generasi, lebih dari tujuh dekade, akan menimbulkan reaksi emosional dari para penggemar Beetle,” ujar Woebcken, mengakui bahwa keputusan yang mereka ambil tidak akan menjadi kebijakan populer.

Namun, Woebcken percaya bahwa pabrikan yang bermarkas di Wolfsburg tersebut tidak 100 persen ‘menutup pintu’ bagi VW Kodok. Ia menilai bisa saja di masa depan VW Kodok dihidupkan kembali dengan bermodalkan sistem penggerak listrik.

“Jangan pernah katakan ‘tidak akan pernah’,” tandasnya.

Sementara ini, menurut Woebcken, VW baru berpikir untuk menciptakan versi sistem penggerak listrik dari model legendaris lainnya yaitu VW Type 2 atau VW Kombi. Nantinya, microbus ikonik ini akan didasarkan dari mobil konsep I.D Buzz.

Sejarah VW Kodok berawal dari 1930-an silam. Saat itu, diktator Adolf Hitler meminta Ferdinand Porsche membuat ‘mobil rakyat’. VW Kodok lalu diluncurkan pada 1938 sebagai simbol dari ‘kelahiran kembali’ Jerman sebagai negara industri setelah Perang Dunia Kedua. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di sebuah harian umum nasional dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Chat Bantuan
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Chat Bantuan
Support