Industri Otomotif Amerika Terancam Tutup Karena Ulah Trump

Berita Otomotif

Industri Otomotif Amerika Terancam Tutup Karena Ulah Trump

WASHINGTON – Lagi-lagi Donald Trump mengambil langkah kontra produktif dengan industri otomotif Amerika Serikat (AS). Kali ini karena Ia mengancam akan menutup perbatasan AS-Meksiko tanpa memikirkan dampak buruk bagi industri otomotif di negeri Paman Sam.

Wacana ditutupnya perbatasan AS dengan negara tetangga di sebelah selatannya ini baru saja di utarakan oleh Trump. Ancaman itu dilontarkan setelah sehari sebelumnya Washington memangkas dana bantuannya ke sejumlah negara di Amerika Tengah yang dituding Trump mengirimkan imigran gelap ke negaranya. 

Trump mengakui bahwa kegiatan ilegal ini sangat merugikan perekonomian negaranya. Dan sepertinya jalan paling mudah adalah menutup langsung perbatasan

"Tentu, itu akan berdampak negatif pada perekonomian. Tetapi keamanan adalah yang paling penting bagi Saya. Kami akan memiliki perbatasan kuat atau kami akan memiliki perbatasan yang tertutup," jelas Trump.


Namun ternyata rencana ini akan memiliki dampak negatif, termasuk pada industri otomotif Amerika Serikat. Kristin Dziczek, Vice President of industry, labor and economics di Pusat Penelitan Otomotif AS mengatakan berdampak langsung salah satunya karena sekitar 16 persen dari suku cadang mobil yang digunakan di negaranya berasal dari Meksiko.

Ini artinya, jika perbatasan benar-benar jadi ditutup, industri otomotif AS tentunya bakal kehilangan pasokan material untuk produksi. Pabrik-pabrik perakitan tidak akan bisa menyelesaikan pekerjaannya karena memang part yang ingin digunakan tidak ada.

Di antara suku cadang mobil paling penting yang diimpor ke AS dari Meksiko adalah wiring atau bagian kabel-kabel penghubung. Menurut Dziczek, sekitar 70 persen dari wiring harness yang digunakan pada kendaraan buatan AS berasal dari Meksiko. Jika pasokan terhambat tentunya tidak ada mobil yang keluar dari jalur produksi.

Dalam sebuah pernyataan, Presiden Dewan Kebijakan Otomotif Amerika, Matt Blunt, mengatakan bahwa penutupan perbatasan justru akan merugikan ekonomi AS. Ini tentunya karena ikatan kuat antara industri otomotif di AS dengan Meksiko.


"Setiap tindakan yang menghentikan perdagangan di perbatasan akan berbahaya bagi ekonomi AS, khususnya, industri otomotif. Akses ke pasar Meksiko dan integrasi Amerika Utara sangat penting untuk operasi di AS," jelasnya.

Industri otomotis AS sendiri saat ini mengimpor suku cadang dari Mexico senilai $ 59,4 milyar atau sekitar Rp 850 triliun.  Sementara ekspor suku cadang mencapai $ 32,5 milyar atau sekitar Rp 460 triliun ke pabrik perakitan di Meksiko. Oleh karena itu, penutupan perbatasan AS-Meksiko juga dapat melumpuhkan operasi mereka di Meksiko.

Sampai berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pihak Gedung Putih kapan perbatasan ini akan ditutup. Dan sepertinya hal tersebut akan ditentang oleh banyak kalangan karena banyak dampak serius pada perekonomian kedua negara karena lumpuhnya lalu lintas perdagangan.  

Tidak hanya dari industri otomotif, industri lain juga terdapat dan tentunya menimbulkan kerugian miliran dolar AS. Nantikan kabar selanjutnya di Mobil123.com. [Ari]



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar