Ubah VW Kodok 1973 jadi Mobil Listrik, Pria ini Rogoh Kocek Rp 1 Miliar

Berita Otomotif

Ubah VW Kodok 1973 jadi Mobil Listrik, Pria ini Rogoh Kocek Rp 1 Miliar

JAKARTA – Mobil listrik ternyata tidak selamanya mobil baru. Di booth Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI), ada sebuah Volkswagen Beetle atau yang biasa dikenal sebagai VW Kodok buatan tahun 1973, namun bertenaga listrik.

Mesin asli mobil ini sudah diganti seluruhnya dengan teknologi mobil listrik termasuk motor listrik dan menggunakan baterai. Tak tanggung-tanggung, PPMKI pun mengklaim bahwa ini adalah mobil VW bertenaga listrik pertama di dunia.

“Ini adalah Volkswagen Beetle tahun 1973 yang mesinnya sudah diubah semua dengan teknologi mobil listrik. Hal ini saya lakukan semata-mata untuk mempertahankan eksistensi mobil klasik di masa yang akan datang. Apalagi sekarang perkembangan mobil listrik di dunia mulai merambah Indonesia,” ungkap Rudi Susanto Rahardjo sang pemilik mobil.

Untuk menciptakan mobil ini pun ternyata memerlukan dana yang cukup besar. Ia menghabiskan dana sekitar Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar demi mengubah mobil kesayangannya ini menjadi sebuah mobil listrik.

“Ini sekitar Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar. Jadi kalau Rp 500 juta itu jadi sekedar jalan saja. Kalau VW Beetle ini menghabiskan dana sekitar Rp 1 miliar karena saya membeli Electric Vehicle Conversion Kit melalui EV West di California, Amerika Serikat dan harganya mencapai Ep 240 juta belum termasuk modifikasinya,” tambahnya

Ia pun mengaku perlu waktu sedikitnya enam bulan untuk membuat mobil tersebut dari nol hingga rampung. Ini karena pengerjaan hanya dilakukan saat akhir pekan dan menunggu komponennya datang dari beberapa negara tetangga.

“Kalau semuanya sudah lengkap sebenarnya mungkin bisa lebih cepat. Bahkan kalau hanya untuk sekedar tes jalan saja, kerja semalaman pun rampung. Tapi kalau saya sebagai penggemar ya sayang. Agar bisa digunakan sehari-hari ya harus hati-hati mengerjakannya,” tambahnya.

Secara umum, mobil ini mampu menempuh jarak hingga 150 km bila daya dalam baterai penuh. Sementara untuk satu kali pengisian, diperlukan waktu sekitar 4 hingga 5 jam. Dan karena sudah dilengkapi dengan teknologi baru, perfoma mobil pun diklaim lebih bertenaga dibanding sebelumnya.

“Dalam kenyataannya, start di gigi 4 pun tidak masalah, karena sifatnya dari mobil listrik adalah torsi tinggi meski dalam RPM rendah. Itu bisa dirasakan ketika menekan pedal gas hingga dalam, badan sudah bisa ketarik. Mungkin kalau mesin aslinya sendiri pun tidak bisa seperti itu. Bisa dikatakan ini 25 persen lebih responsif,” pungkasnya. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support