Virus Corona Hantam Pabrik di Korea, Hyundai Indonesia: Stok Aman 2 Bulan

Berita Otomotif

Virus Corona Hantam Pabrik di Korea, Hyundai Indonesia: Stok Aman 2 Bulan

JAKARTA – Virus Corona menghantam Korea Selatan dan membuat pabrik Hyundai tutup. Dampaknya ke Indonesia diakui bisa terasa beberapa bulan lagi, jika kondisi ini terus berlanjut.

Seperti banyak diberitakan, Korea Selatan menjadi negara dengan jumlah infeksi virus Corona terbanyak kedua di dunia, setelah China. Hal ini membuat pemerintah ‘Negeri Ginseng’ siaga satu dan banyak industri terganggu.

Salah satu yang terkena imbasnya adalah Hyundai. Satu pabrik dari merek mobil tersebut di Ulsan akhirnya mengalami penutupan sementara, karena buruh mereka ada yang positif terinfeksi virus yang juga sudah masuk ke Indonesia ini.

Pabrik itu memproduksi berbagai model untuk pasar lokal maupun global. Indonesia termasuk negara yang mendapat suplai dari pabrik tersebut.

“Pabrik tersebut memproduksi Santa Fe dan Tucson,” ucap Hendrik Wiradjaja, Deputy Marketing Director PT. Hyundai Mobil Indonesia kepada Mobil123.com via pesan singkat pada Selasa (3/3/2020) sore.

Hyundai bermain di pasar Indonesia dengan tujuh model. Di samping Santa Fe maupun Tucson, ada SUV Kona, hatchback Grand i10, MPV H-1, minibus Starex, serta pikap kecil H-100.

Hendrik mengaku belum mendapat informasi resmi terbaru mengenai kondisi suplai Santa Fe dan Tucson dari Ulsan. Akan tetapi, stok Santa Fe serta Tucson di pasar masih cukup untuk sekitar satu sampai dua bulan ke depan sehingga kalau pun penutupan pabrik berlangsung cukup lama, dampaknya baru bakal terasa setelah itu.

“Dampaknya akan terasa satu atau dua bulan ke depan ke depan. Mudah-mudahan bisa teratasi,” lanjut dia.

Kompleks pabrik Hyundai di Ulsan terdiri dari lima fasilitas manufaktur. Ini merupakan kompleks pabrik mobil terbesar sejagad raya.

Kapasitas produksinya masif, mencapai 1,4 juta unit setahun. Volume tersebut setara dengan 30 persen produksi global Hyundai. Jumlah tenaga kerja di sana ialah 34 ribu karyawan.

Perakitan H-1 Terganggu
Dari ketujuh model tersebut, baru H-1 yang telah dirakit secara lokal di Pondok Ungu, Bekasi. Hendrik mengatakan bahwa rantai suplai komponen dari China untuk pesaing Toyota Alphard tersebut saat ini sedang terganggu gara-gara wabah virus Corona.

“Ada sedikit keterlambatan suplai dan komponen wiring (perkabelan) untuk H-1,” akunya.

Hendrik tidak menjelaskan seberapa dalam isu ini mengganggu volume perakitan H-1. Tanpa menyebut angka pasti, ia menjelaskan target penjualan Hyundai sejauh ini belum berubah.

“Kami masih wait and see,” tandasnya.

Hyundai kini dalam proses membangun pabrik baru di Cikarang, Bekasi. Rencananya, basis produksi global baru Hyundai ini beroperasi pada 2021. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar