Di Depan Jokowi, Hyundai Teken Kesepakatan Bikin Pabrik di Indonesia

Berita Otomotif

Di Depan Jokowi, Hyundai Teken Kesepakatan Bikin Pabrik di Indonesia

JAKARTA – Hyundai akhirnya mengikat niat mereka mempunyai pabrik di Indonesia di depan Presiden Joko Widodo. Pembangunan berlangsung mulai Desember 2019 dan kurang dari dua tahun setelahnya, fasilitas perakitan ini ditargetkan mulai beroperasi.

Hyundai Motor Company, melalui keterangan resmi, mengumumkan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan pemerintah Indonesia pada Selasa (26/11/2019) di Ulsan, Korea Selatan. Pabrik seluas 77,6 hektare ini berlokasi di Kota Deltamas, Cikarang Pusat, Bekasi, Jawa Barat dan akan menjadi basis produksi global pertama Hyundai di Asia Tenggara.

Dalam acara penandatanganan turut hadir Euisun Chung selaku Executive Vice Chairman Hyundai Motor Group serta Wonhee Lee sebagai Presiden dan CEO Hyundai Motor Company. Hadir pula Presiden Joko Widodo, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.

"Pembangunan pabrik manufaktur Hyundai Motor di Indonesia dapat terlaksana berkat kerja sama dan dukungan dari pemerintah Indonesia,” kata Euisun Chung.

Sekadar mengingatkan, kabar mengenai rencana Hyundai membuat pabrik di Asia Tenggara pertama kali muncul pada awal 2018. Calon terkuatnya adalah Indonesia atau Vietnam.

Setelah itu, pabrikan otomotif asal Korea Selatan ini sama sekali bungkam mengenai kelanjutannya. Perkembangan-perkembangan selanjutnya datang dari pemerintah maupun agen pemegang merek PT. Hyundai Mobil Indonesia, seperti mengenai menguatnya posisi Indonesia ketimbang Vietnam, rencana merakit lokal SUV, MPV, dan sedan, rencana merakit serta menjual mobil murah, hingga proses produksi yang menurut jadwal dimulai pada semester kedua 2021.

Lebih lanjut, menurut ‘saudara tua’ Kia ini, pembangunan bakal berlangsung sejak Desember 2019. Hyundai menyiapkan total investasi pembangunan serta pengembangan pabrik senilai 1,55 miliar dollar Amerika Serikat (Rp 21,84 triliun) hingga 2030.

Mulai beroperasi pada paruh kedua 2021, kapasitas produksi terpasang awalnya adalah 150 ribu unit setahun. Kapasitas kelak ditingkatkan terus hingga 250 ribu unit per tahun.

Pabrik memiliki fasilitas stamping, pengelasan, pengecatan, perakitan. Adapun model yang nantinya dirakit di sana adalah SUV compact, MPV compact, maupun sedan yang dirancang khusus bagi Asia Tenggara. Model mobil listrik masih dalam pertimbangan. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support