UD Trucks Hati-Hati Pasang Target di Tahun Politik

Berita Otomotif

UD Trucks Hati-Hati Pasang Target di Tahun Politik

JAKARTA - UD Trucks memasang target pertumbuhan yang tak terlalu besar tahun ini karena masih melihat efek tahun politik, meski kondisi perekonomian Indonesia dinilai masih sangat mendukung.

Hendro Priyo Purnomo, Kepala Wilayah Indonesia Bagian Barat Astra UD Trucks, menjelaskan bahwa pihaknya sementara ini menargetkan pertumbuhan penjualan di 10 - 15 persen jika dibandingkan tahun lalu (year on year). Performa mereka di 2018 sendiri terbilang pesat, mengikuti perkembangan pasar truk Indonesia yang juga amat baik.

“Kalau bicara (penjualan UD Trucks) nasional, kenaikannya sekitar 40 persen. Volume wholesales kami di 2018 mungkin di angka 5.000 - 6.000 unit. Saya agak lupa tepatnya. Itu semua dari model Quester karena Kuzer baru memulai penjualan di Januari 2019,” jelasnya di sela-sela Media Gathering pada awal pekan ini di Jakarta.

Kontribusi Indonesia bagian Barat sendiri ada di kisaran 50 persen. Ini menjadi area dengan kontribusi terbanyak, tak hanya di UD Trucks tapi juga pasar truk secara umum.

“Sebenarnya pasar paling ramai itu Jakarta dan sekitarnya. Bicara nasional, Indonesia, dari 100 persen, 70 persen ada di Pulau Jawa. Dari 100 persen, 30 - 35 persen ada di Jakarta dan sekitarnya. Sama seperti kendaraan penumpang. Pasarnya memang di situ,” tandas Hendro.

Tahun Politik
Alasan target pertumbuhan 2019 yang cuma 10 - 15 persen adalah karena UD Trucks ingin menantikan laju pasar hingga April. Pada bulan itu, tepatnya pada 17 April, bakal dilaksanakan Pemilihan Umum Presiden.

“Karena ini tahun politik kami lihat-lihat dulu. Kalau kami refleksi ke 2014 sih enggak ada masalah, malah pertumbuhannya bagus. Kami lihat dl setelah April kondisinya kayak apa. Kalau pasarnya lompat, kami revisi target di pertengahan tahun. Rata-rata merek otomotif tahun ini juga pasang target juga 10 - 15 persen kok,” pungkas Hendro.

Perekonomian Indonesia, baik secara makro maupun mikro, masih dianggap bagus oleh merek asal Jepang ini. Inflasi bisa ditekan dengan cukup baik, pertumbuhan ekonomi nasional salah satu terbaik di Asia, dan proyek-proyek infrastruktur masih gencar dijalankan.

Hendro memperkirakan industri logistik sebagai pendorong utama pasar truk. Proyek-proyek infrastruktur menjadi pemicu permintaan selanjutnya.

Sebagian besar penjualan UD Trucks masih diproyeksikan datang dari truk menengah (medium duty truck/MDT) dan truk berat (heavy duty truck/HDT) Quester. Truk ringan (light duty truck/LDT) Kuzer masih belum karena masih mengincar konsumen-konsumen lama UD Trucks, belum dihadap-hadapkan langsung dengan para pemain lama yang kuat seperti Mitsubishi Fuso Colt Diesel. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar