Toyota: Jualan Mobil Listrik Doang? Belum Bisa!

Berita Otomotif

Toyota: Jualan Mobil Listrik Doang? Belum Bisa!

NAGOYA – Toyota masih akan menawarkan kendaraan dengan beragam sistem penggerak hingga puluhan tahun ke depan. Belum ada rencana untuk fokus hanya pada mobil listrik.

Pabrikan asal Jepang ini, seperti dikutip dari Bloomberg, belum memutuskan kapan mereka hanya menjual mobil listrik. Ini berbeda dengan salah satu pesaing mereka, Honda, yang menetapkan cuma memasarkan mobil listrik pada 2040.

“Masih terlalu dini untuk berkonsentrasi hanya pada satu opsi,” ucap Shigeki Terashi, Director of Toyota Motor Corporation, dalam pertemuan tahunan para pemegang saham di kantor pusat mereka di prefektur Aichi, Nagoya, Jepang beberapa waktu lalu.

Karena itulah jejeran model Toyota dalam 30 tahun ke depan, lanjut Aichi, masih akan diisi oleh sangat banyak opsi. Mobil listrik pastinya ada, akan tetapi hanya menjadi salah satu di antaranya.

Toyota Prius PHEV

Menurut proyeksi Terashi, sampai 2050 mendatang, berbagai teknologi sistem penggerak kendaraan seperti hybrid, plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), hingga fuel cell (mobil hidrogen) masih bakal ‘berkompetisi’ satu sama lain di pasar otomotif dunia. Konsumen lah yang nantinya menentukan sendiri opsi terbaik, untuk ditangkap serta diikuti oleh pabrikan.

“Ada orang – orang yang menggemari mobil listrik murni. Tapi sebagian lainnya tidak melihatnya sebagai pilihan yang cukup nyaman,” tambah Masahiko Maeda, Chief Technology Officer Toyota Motor Corporation.

“Pada akhirnya, hal yang penting adalah apa yang konsumen pilih,” tegas dia.

mobil listrik Lexus UX 300e

Langkah dan pemikiran Toyota memang agak berbeda dengan beberapa pesaing mereka. Selain Honda, General Motors asal Amerika Serikat juga telah menargetkan untuk hanya menjual mobil listrik 20 tahun dari sekarang.

Toyota, di sisi lain, melihat mobil – mobil nonlistrik masih punya peran yang tak bisa mereka abaikan di industri otomotif global.

Logika Toyota di balik keputusan tersebut tak hanya menyangkut permintaan konsumen. Salah satu pabrikan terbesar dunia ini menerangkan bakal berupaya terus menekan biaya produksi mobil listrik, juga mobil – mobil dengan sumber energi lain, secara bersamaan.

“Kami memilih untuk melihat kepada seluruh aspek dalam siklus hidup (kendaraan),” pungkas Terashi. [Xan]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar