Orang Terkaya di Inggris Kerja Sama dengan Hyundai, Ini Misi Mereka

Berita Otomotif

Orang Terkaya di Inggris Kerja Sama dengan Hyundai, Ini Misi Mereka

LONDON – Sir Jim Ratcliffe, orang terkaya di Inggris, sepakat berkolaborasi dengan Hyundai. Bersama - sama, keduanya ingin mobil fuel cell (hidrogen) lebih populer di masa mendatang.

Perusahaan milik Ratcliffe yang bernama Ineos Group, seperti dilaporkan Bloomberg pada awal pekan ini, akan memproduksi serta menyuplai hidrogen kepada Hyundai. Pabrikan asal Korea Selatan ini sendiri menjadi salah satu pemain di industri otomotif yang konsisten membuat kendaraan hidrogen dalam volume kecil sejak 2013.

Sebagai timbal baliknya, Ratcliffe diizinkan menggunakan sistem fuel cell milik Hyundai di mobil hidrogen yang sedang Ineos Group kembangkan. Kendaraan yang mereka sebut Grenadier itu berjenis sport utility vehicle (SUV) serupa Land Rover.


Grenadier rencananya meluncur tahun depan dengan mesin bensin serta diesel yang disuplai BMW terlebih dahulu. Akan tetapi, Ratcliffe berambisi pula membuat versi mobil hidrogennya.

Ineos Group sendiri merupakan salah satu perusahaan paling terkemuka di industri kimia. Setiap tahun, mereka memproduksi 300 ribu ton hidrogen.

“Kami ingin melakukan sesuatu dalam skala yang serius dalam lima tahun ke depan,” ucap Peter Williams, Chief Technology Officer Ineos mengenai produksi hidrogen plus kerja sama mereka dengan Hyundai.

Saat ini, fokus utama dari industri otomotif global sebenarnya adalah teknologi mobil listrik, mulai dari hybrid, plug-in hybrid (PHEV), hingga listrik murni. Di tengah tren tersebut, Hyundai Motor Corporation dan Toyota Motor Corporation masih percaya bahwa mobil hidrogen memiliki potensi di masa depan.

Meski sama-sama ramah lingkungan, tangki mobil hidrogen dapat diisi lebih cepat ketimbang kapasitas baterai mobil listrik. Teknologi ini juga menjanjikan jarak tempuh lebih panjang ketimbang mobil listrik, khususnya jika berbicara mengenai jenis – jenis kendaraan dengan bobot yang berat.

Sejak beberapa bulan lalu, Hyundai sudah menjual Xcient, truk berat bertenaga hidrogen pertama di dunia, di pasar Eropa. Pengiriman pertama ke Swiss sudah berlangsung dan pada 2025 saudara tua dari Kia tersebut ingin memproduksi 1.600 truk hidrogen.


Hyundai diketahui ingin menguasai 15 persen pasar truk hidrogen di 'Benua Biru' pada 2030. Mereka sudah mengincar negara – negara yang dianggap potensial seperti Jerman serta Belanda.

“Sangat jelas, Hyundai ingin melihat bahwa kelak teknologi fuel cell mereka digunakan dalam lingkup global. Mereka telah merencanakan strategi bisnis dan ingin mengembangkannya hingga ke Eropa dan mungkin juga Amerika Serikat,” ujar Williams lagi. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar