Tips Paling Diminati Tahun 2016 : Menghindari Mobil Bekas Korban Banjir

Panduan Pembeli

Tips Paling Diminati Tahun 2016 : Menghindari Mobil Bekas Korban Banjir

JAKARTA – Cuaca di Indonesia memang terbilang menarik. Saat musim kemarau, banyak terjadi kebakaran hutan. Sementara di musim hujan, banjir menjadi bencana langganan.

Hujan yang terjadi hampir di sepanjang tahun 2016 membawa beberapa dampak pada mobil. Banjir yang bisa terjadi kapan saja menjadi momok bagi para pemilik dan terbukti telah banyak mobil menjadi korban. 

Beberapa kerusakan akibat banjir yang harus ditanggung oleh para pemilik mobil tergolong sangat merepotkan. Sulit rasanya untuk mendapatkan kondisi mobil kembali ke kondisi awal. Karenanya beberapa pemilik mobil memilih untuk menjual mobilnya.

Ada beberapa pemilik yang melakukan perbaikan secara detail sebelum menjual mobil korban banjirnya. Namun tidak sedikit pemilik yang hanya memperbaiki secara minor kemudian menjualnya. Perbaikan minor yang dilakukan kadang secar kasat mata tak telihat oleh para calon pembeli. Jika kurang cermat, pemilik baru dipastikan akan kecewa dengan kondisi mobil korban banjir tersebut.

Tips ini berlaku bagi Anda yang ingin membeli kendaraan bekas. Sepanjang tahun 2016, redaksi Mobil123.com banyak mendapat pertanyaan seputar hal ini. Melihat kondisi cuaca yang berkembang belakangan, sepertinya musim hujan masih akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan dan kemungkinan banjir bisa kapan saja terjadi.   

Nah lantas bagaimana cara agar dapat memilih mobil bekas yang tepat dan bukan bekas banjir? Berikut adalah beberapa ulasan sederhana yang kami kumpulkan sepanjang tahun 2016.

Periksa Domisili Kendaraan 

Pertama adalah mengetahui domisili kendaraan. Cek alamat yang tertera pada surat-surat kendaraan. Jika tercantum daerah langganan atau rawan banjir, sebisa mungkin Anda hindari. Terlebih bila sang pemilik berani memberikan penawaran harga jual mobil di bawah pasaran. Kondisi ini jangan sampai membuat Anda terburu berbinar-binar karena justru harus sebaliknya, makin meningkatkan kewaspadaan. (https://www.mobil123.com/berita/tanda-mobil-bekas-korban-banjir-1/41275)

Periksa Eksterior Kendaraan
Selanjutnya adalah dengan memeriksa eksterior kendaraan. Cermati dengan seksama lampu-lampu pada mobil, baik depan maupun belakang. Perhatikan apakah terdapat sisa-sisa uap air di balik permukaan mika lampu sebelah dalam. Fokuskan perhatian pada batok lampu bagian depan juga belakang. Jika kondisi lampu masih bagus, tidak pecah namun terlihat mengembun, Anda patut mencurigainya. (https://www.mobil123.com/berita/tanda-mobil-bekas-korban-banjir-2/41325)

Periksa Interior

Kini masuk ke bagian interior kendaraan. Yang pertama harus dilakukan adalah dengan mencermati kondisi karpet dasar. Anda patut curiga saat melihat kondisi beludru-nya sudah agak kasar padahal usia mobil masih di bawah 10 tahun. Patut diingat bahwa jarang sekali bagian ini dicopot dan dicuci terkecuali terjadi sesuatu yang luar biasa, seperti pengecatan seluruh bodi, kebanjiran atau kecelakaan. (https://www.mobil123.com/berita/tanda-mobil-bekas-korban-banjir-3/41379)

Periksa mesin


Cara paling sederhana adalah dengan memeriksakan kondisi oli dengan menggunakan dipstick. Caranya mudah, Anda tinggal mencabut dipstick oli dan lihat apabila berwarna coklat susu berarti masih terdapat banyak kandungan air di dalamnya.  Kondisi ini terjadi biasanya jika si pemilik tidak melakukan apa-apa pada mesin. Namun jika pemilik sudah melakukan pembersihan seperti melakukan engine flush dan mengganti oli biasanya hal ini tidak tampak.

Untuk lebih memastikan, Anda bisa melakukan beberapa pengecekan lanjutan. Caranya adalah dengan membuka tutup pengisian oli, jika terdapat kerak berwarna putih itu berasal dari uap air itu menandakan masih adanya kandungan air pada bagian dalam mesin. Noda kerak tersebut biasanya juga terdapat pada selang udara kecil yang terdapat pada tutup silinder head. (https://www.mobil123.com/berita/tanda-mobil-bekas-korban-banjir-4-habis/41414). [Adi/Ari]

Temukan mobil idaman di Mobil123
Mari bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter

 

 



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Chat Bantuan
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Chat Bantuan
Support