Test Drive Mazda CX-5 2017

Review

Test Drive Mazda CX-5 2017

MALANG - Selepas diluncurkan pada 2012, Mazda CX-5 langsung menjadi primadona di Mazda. Kini penjualan kumulatif melebihi 1,5 juta unit dan menguasai hampir 25% dari total penjualan Mazda per tahun. 

Sosok Mazda CX-5 dengan desain mengurva dan agresif serta dijejali teknologi SKYACTIV telah berhasil mencuri perhatian jutaan orang di 120 negara. 

Bahkan, Masamichi Kogai, Representative Director and President & CEO Mazda Motor Corporation, mengakui ‘kesalahan’ perencanaan timnya. Di awal, Mazda hanya merencanakan penjualan 160.000 CX-5 per tahun, namun rupanya penjualannya tumbuh setiap tahun. Pada tahun fiskal 2014/2015 penjualan Mazda CX-5 mencapai 370.000 unit. 

Generasi kedua Mazda CX-5 hadir empat tahun setelah generasi pertamanya diluncurkan pada Februari 2012. Generasi kedua dibuka selimutnya di Los Angeles Auto Show 2016.
Membahas crossover ini memang sangat menarik karena dia berhadapan dengan 2 SUV (Honda CR-V dan Nissan X-Trail) yang telah bertahun-tahun berkeliaran di jalan-jalan Indonesia. Dan pertarungan pada tahun ini akan lebih ketat karena CX-5 dan CR-V ganti generasi (all-new), di mana adu teknologi, kualitas berkendara dan lain-lain.

Di sejumlah negara, generasi kedua CX-5 ditawarkan dalam pilihan mesin bensin 2.0-liter dan 2.5-liter dan tidak lama lagi akan hadir mesin diesel 2.2-liter. Untuk pasar Indonesia, PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) sebagai distributor mobil-mobil Mazda hanya akan menjual mesin 2.5-liter.

Pekan lalu, Mobil123.com sempat merasakan langsung all-new Mazda CX-5 yang akan diluncurkan di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017. Seperti apakah rasanya?

Eksterior


Di bawah konsep pengembangan “Refined of Toughness” (Ketangguhan yang Ditajamkan) desain eksterior mobil baru yang menganut filosofi desain KODO – Soul of Motion menjadi lebih ‘rumit’. Kami melihat generasi pertama seolah menitis ke mobil generasi kedua namun dengan tarikan-tarikan lebih dinamis. 
Bagian depan mobil menampilkan grille baru, LED headlight yang lebih menyipit beserta LED daytime running lights, serta bumper terpahat dengan sepasang lampu kabut LED.

Struktur tubuh mobil baru telah direvisi, dengan pillar A ditarik mundur 35mm. 
Dengan panjang eksterior 4550 mm, lebar 1880 mm, dan tinggi 1680 mm, mobil baru lebih panjang 10 mm dan rendah 35 mm. Sedangkan wheelbase masih sama dengan generasi pertama 2700mm.

Interior


Desain kabin berpusat kepada manusia (human-centred interior design), artinya mudah digunakan dan dimengerti oleh para penggunanya. Desain baru dashboard dengan layar 7” di tengah berhasil membuat efek lebar. Model baru setir berlapis kulit membuat pengemudi mengendarai mobil.

Mazda mengklaim telah merevisi desain semua jok agar lebih nyaman bagi mereka yang mendudukinya dan melenyapkan keletihan. Ketika menjadi pengemudi, jok terasa memeluk dan terasa cukup empuk. Pengaturan jok pengemudi pun dilakukan secara elektrik. 

Posisi lantai center console dinaikan 60 mm agar tuas transmisi lebih dekat dengan setir sehingga pengemudi lebih mudah mengoperasikannya. Sayangnya, ketika kami duduk di jok baris kedua tidak tersedia opsi sliding (maju-mundur) untuk mendapatkan legroom lebih baik. Saat duduk di jok yang sama kami mendapat headroom yang cukup.

Salah satu fitur yang tidak ditemukan di Mazda CX-5 generasi pertama adalah power tailgate. Di generasi kedua, ketika Anda ingin menutup pintu bagasi (tailgate) tidak perlu menggunakan tenaga untuk mengayunnya, Anda tinggal menekan sebuah tombol yang berada di bagian bawah pintu maka secara otomatis akan menutup. 

Di Jalan


Sektor chassis menjadi salah satu perhatian pengembangan Mazda dalam generasi kedua Mazda CX-5. Kekakuan torsional cangkang mobil (bodyshell) ditingkatkan 15% guna mereduksi jeda dari input setir dengan reaksi tubuh. 

Suspensi dan sistem pengereman tidak luput dari perbaikan. Suspensinya sendiri terasa sporty dan tetap nyaman.

Setir terasa ringan pada putaran mesin bawah, namun seiring meningkatnya kecepatan, setir memberat dengan baik. 

Mesin 2.5-liter 4-silinder bukanlah mesin baru namun memuaskan. Mazda hanya memperbaiki sofwarenya dan berhasil meningkatkan tenaga dari 187 menjadi 194 hp.

Saat kami mencobanya di lintasan Gilimanuk hingga Ubud yang berkelok dan naik-turun, jantung mekanis bertenaga dan tidak terengah-engah menghadapi tanjakan. Jika Anda ingin mesin lebih ‘galak’, pindahkan tuas perseling ke mode “S”, maka akan lebih ‘menyalak’.

Generasi baru CX-5 dibekali SKYACTIV-VEHICLE DYNAMICS berteknologi GVC (G-Vectoring Control) yang membuat mobil lebih mudah dikontrol di tikungan. Di awal memasuki tikungan sistem mengurangi torsi dan memindahkan beban ke roda-roda depan.

Kesimpulan
Tugas generasi kedua Mazda CX-5 di kelas midsize SUV tidak mudah karena lawannya Honda CR-V pun berganti generasi (ke-5), sementara tidak lama lagi Nissan X-Trail akan memasuki jadwal facelift atau minor change.  

Namun, dengan dayatarik desain eksterior, kabin modern dan lebih nyaman, serta karakter berkendara sporty, Mazda CX-5 punya taji tajam untuk bertarung dengan dua kompetitornya, apalagi menurut kami karakter berkendaranya berada di posisi berbeda. Sayangnya, Mazda CX-5 menjadi satu-satunya model di kelasnya yang hanya menawarkan 5-seater, sedangkan X-Trail dan CR-V Turbo 7-seater

Saat ini harga generasi I Mazda CX-5 Rp 493 juta – Rp 527 juta. Kami memprediksi Mazda CX-5 2017 akan lebih mahal. [Idr]

Temukan mobil idaman di Mobil123          
Mari bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter



Indra Prabowo

Indra Prabowo

Senang menulis mobil dan sepedamotor dari sisi kendaraan itu sendiri hingga perkembangan teknologi. Dia sendiri paling menyukai jika disodorkan SUV untuk dibawa ke mana dia suka, tentu saja medan offroad.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual