Test Drive All-New Nissan Livina: Serupa tapi Tak Sama dengan Xpander

Berita Otomotif

Test Drive All-New Nissan Livina: Serupa tapi Tak Sama dengan Xpander

JAKARTA - Opini-opini bahwa All-New Nissan Livina ‘kembaran’ Mitsubishi Xpander bermunculan sejak peluncurannya di Indonesia pada Februari 2019. Hal itu tidak salah karena model andalan Nissan ini memang berplatform sama dengan Xpander, tapi tidak sepenuhnya benar juga.

Inilah yang Mobil123.com rasakan setelah menjajal All-New Livina dalam Media Test Drive pada 24 - 25 Juni kemarin. Rombongan media massa keluar - masuk Tol Trans Jawa dalam perjalanan berkeliling tiga kota, Semarang - Solo - Yogyakarta, dengan total jarak tempuh 222,1 km.

Selama dua hari itu, berbagai aspek diamati dan dicicipi secara langsung. Selain mengamati eksterior dan interior, performa plus fitur-fiturnya pun Mobil123.com jajal.

Eksterior
Jika diamati dengan seksama, fascia depan All-New Livina sesungguhnya sangat berbeda dengan Xpander. Xpander menimbulkan kesan agresif dan sporty lewat grille depan Dynamic Shield dan lekuk-lekuk garis tajam, sedangkan Livina generasi terbaru mencoba memunculkan citra lebih elegan dengan bonnet lebih gembung, lekuk-lekuk garis lebih mengalir halus, plus grille depan V-Motion Shape.

Kalau Xpander punya underguard di sisi depan, All-New Livina mengandalkan front skirt. Konsep desain yang diusung, menurut Mobil123.com, berhasil membawa diferensiasi yang cukup dari sisi muka.

Apalagi bentuk Day-Time Running Light (DRL) keduanya berbeda cukup signifikan. Kepunyaan sang jagoan Nissan lebih menyerupai lekuk bumerang yang secara subyektif lebih Mobil123.com sukai.

‘Permasalahan’ baru ada di sisi samping. All-New Livina dengan Xpander tampak amat identik, meski lekuk garis karakter serta pelek sedikit Nissan utak-atik bentuknya.

Demikian pula dengan bagian buritan, masih cukup mirip. Lampu kombinasi berbentuk ‘L’ pada Xpander masih ada, tapi bentuk pencahayaannya pada All-New Livina dibuat menyerupai huruf ‘V’ dan pintu belakangnya tak memiliki dua 'otot' seperti Xpander. Usaha pembedaan lain ialah bentuk underguard yang terpisah dua, alih-alih menyambung penuh seperti pada Xpander.

Interior
Berada pada kabin All-New Livina tipe VL AT (varian tertinggi) seperti berada dalam kabin Xpander tipe Sport. Pasalnya, kedua tipe ini sama-sama memainkan nuansa warna hitam legam pada interior.

Penampakan kabinnya sendiri sama persis. Demikian pula dengan lingkar kemudi dan peletakan trim-trim kayu di sekitar dasbor serta pintu.

Perbedaan utama dari sisi interior pada All-New Livina hanyalah penggunaan material kulit pada seluruh jok kursi. Sementara, pada Xpander varian termewah (Ultimate) jok masih menggunakan bahan fabric.

Fitur
Perbedaan fitur pada All-New Livina khususnya tipe VL AT adalah keberadaan Head Unit Touchscreen 7 Inchi dengan Android Auto dan Apple CarPlay. Audio dan aktivitas telepon di smartphone bisa pula dikoneksikan ke Head Unit melalui Bluetooh.

Fitur hiburan ini pun bisa melakukan mirroring lewat Miracast, Mobile Link, dan penggunaan aplikas-aplikasi smartphone yang kompatibel dengan Head Unit. Sayang,demi keamanan, Nissan membuat tampilan visual mirroring selalu terhenti setiap mobil berjalan sehingga hanya terdengar suaranya dan penyambungan Bluetooth pun tidak dapat dilakukan sembari mobil melaju.

All-New Livina VL AT memiliki Rear Parking Camera plus Rear Sensor Camera. Bandingkan dengan Xpander Ultimate yang hanya punya Rear Parking Camera.

Namun, Xpander Ultimate Punya Cruise Control. All-New Livina, di sisi lain, ‘masih mempelajarinya’.

Di luar itu, semua fitur kedua model ini relatif sama. Ada Dynamic Stability Control (di Xpander Active Stability Control), Hill Start Assist, Traction Control, Auto Hazard Light on Emergency Braking (di Xpander bernama Emergency Stop Signal), sistem pengereman ABS+EBD+BA, Dual SRS Airbag, Immobilizer.

Performa
Spesifikasi teknis All-New Livina dan Xpander 100 persen sama. Tak heran, performa maupun rasa berkendara juga demikian.

Di balik kap depan terdapat mesin bensin 1.499 cc 16 valve DOHC Twin VTC dengan daya 102,5 hp dan torsi 141 Nm. Di Xpander, tenologi Twin VTC disebut MIVEC (Mitsubishi Valve Timing Electronic Control System). Tenaga disalurkan ke kedua roda depan dengan transmisi manual lima percepatan atau girboks otomatis empat percepatan.

Tarikan All-New Livina terasa ringan di putaran bawah meski menggunakan transmisi otomatis dengan percepatan sedit. Akselerasi menuju putaran menengah juga mumpuni, tapi kemampuannya di putaran atas harus diakui lelet sehingga tak membuat percaya diri untuk aksi susul-menyusul berjarak ketat di sepanjang test drive.

Handling terasa amat ringan, namun sedikit memberat pada kecepatan tinggi. Bantingannya empuk, tapi minim body roll untuk mobil berbodi gambot dengan ground clearance 205 mm. Sebagai informasi, kaki-kakinya menggunakan McPhersn Strut plus Coil Spring di depan serta Torsion Beam+Reinforcement+Shock Absorber Valve+Forge Large Spindle+Trailing Arm di belakang.

Kesimpulan
All-New Livina memiliki cita rasa tampilan yang berbeda daripada Xpander sehingga mobil ini agaknya akan menarik orang-orang dengan selera yang berbeda pula. Rasa berkendara persis sama, tapi fiturnya ada plus maupun minus jika dikomparasikan dengan Xpander. Plusnya adalah jok kursi kulit, Rear Parking Camera+Rear Parking Sensor. Minusnya ialah Cruise Control.

Satu pertanyaan muncul setelah semua pembahasan di atas, apakah proyek kolaborasi ini akan sukses ? Untuk diketahui, di Indonesia, 'mobil peng-copy'--yang menggunakan platform model di merek lainnya dan berbentuk mirip (atau malah sama persis)--kebanyakan di antaranya terbukti gugur satu per satu

Sebut saja Mazda VX-1 si peniru Suzuki Ertiga, Mitsubishi Maven yang memiliki basis unit Suzuki APV, Mitsubishi T120SS rebranding dari Suzuki Carry hingga Isuzu Bison yang aslinya adalah Mitsubishi L300.  Lalu Mampukah all new Grand Livina bertahan ? Hanya waktu yang bisa menjawabnya. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar