Fakta Penting Geely Starray EM-i di Indonesia: SUV Plug-in Hybrid Rp499 Juta Produksi Lokal di Purwakarta
Adu Spesifikasi SUV Listrik Rp 250–500 Jutaan: Jaecoo J5 EV vs BYD Atto 3 vs Geely EX5, Siapa yang Paling Unggul?
Beranda Berita Mobil Listrik Indonesia Dirasa Tak Cuma Butuh Banyak Mobil Listrik Murni, tapi juga Mobil Hybrid Indonesia Dirasa Tak Cuma Butuh Banyak Mobil Listrik Murni, tapi juga Mobil Hybrid Mobil Listrik Insan Akbar https://www.mobil123.com/authors/779/insan-akbar | 23 August 2024 16:48 TANGERANG – Pasar Indonesia dirasa butuh beragam opsi teknologi kendaraan elektrifikasi, mulai dari mobil hybrid sampai mobil listrik murni (battery electric vehicle/BEV). Meski begitu, perlu ada sokongan insentif yang memadai bagi seluruh teknologi tersebut. Demikian benang merah yang disampaikan oleh asosiasi maupun para pelaku usaha dalam diskusi bertajuk ‘Membedah Peluang dan Tantangan Elektrifikasi Kendaraan di Indonesia Menjelang 2030’ yang diadakan oleh Indonesia Center of Mobility Studies (ICMS) di Serpong, Tangerang. Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara, dalam pidatonya, menyampaikan kalau pilihan model maupun harga mobil listrik murni sekarang makin beragam. Meski begitu, teknologi ini masih belum didukung infrastruktur yang merata. “BEV makin laris, tapi kalau ke luar kota bagaimana? Infrastrukturnya belum di semua daerah ada,” ucap dia. Artikel terkait Insentif Mobil Hybrid Dipastikan Tidak Ada, Pemerintah Pilih Dorong Mobil Listrik Mobil Listrik 07 August 2024 Mobil Hybrid Disebut Layak Dapat Insentif Lebih Banyak! Setuju? Mobil Listrik 05 October 2023 Toyota Masih Yakin Pemerintah Indonesia akan Tambah Insentif Mobil Hybrid Mobil Listrik 17 January 2024 Marketing Planning Division Head PT Toyota Astra Motor (TAM) Resha Kusuma Atmaja, dalam paparannya, menunjukkan kalau pasar kendaraan elektrifikasi dari berbagai teknologi yang mereka istilahkan sebagai ‘xEV’ meningkat pesat sejak 2019. Sekadar informasi, pada tahun ini terbit insentif dari pemerintah untuk kendaraan elektrifikasi lewat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 yang kemudian direvisi menjadi Perpres Nomor 79 Tahun 2023. Penjualan retail kendaraan elektrifikasi yang terdiri dari mobil hybrid, plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), dan mobil listrik murni sejak 2019-2023 terus meningkat dari 690 unit, 1.292 unit, 2.829 unit, 16.439 unit, 65.400 unit. Pada Januari-Juni 2024, transaksi jual-beli mobil hybrid, PHEV, plus mobil listrik murni secara akumulatif mencapai 41.772 unit. Toyota mengklaim menjadi pemimpin pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia dengan penjualan 19.158 unit dan pangsa pasar 45,8 persen. “Untuk kontribusi xEV (terhadap pasar mobil nasional—Red) itu dari tahun ke tahun cukup eksponensial kenaikannya. Pada 2019 saja hanya 0,1 persen. Sekarang sudah menjadi 9,6-9,7 persen,” tukas Resha. Kendati begitu, Resha tak membantah anggapan bahwa insentif untuk mobil hybrid masih tak seroyal insentif untuk mobil listrik murni. Padahal, sumbangan volume terbesar datang dari model-model mobil hybrid. “Kalau di Toyota, sekitar 90 persenan itu di model-model mobil hybrid,” tukasnya. Resha pun berharap pemerintah bisa meniru insentif yang diberikan oleh pemerintah Thailand. Mereka memberikan insentif yang cukup besar tak hanya untuk mobil listrik murni, tapi juga mobil hybrid. “Kita semua punya tujuan yang sama yaitu mereduksi karbon dioksida. Kita bisa lakukan juga seperti di Thailand yang memang insentifnya tak hanya untuk BEV tapi untuk mobil hybrid pun ada,” tandasnya. Pemerintah Indonesia sendiri sudah menargetkan populasi 2 juta mobil listrik pada 2030. Jika memperhitungkan penjualan mobil hybrid sampai mobil listrik murni dari 2019-2023, artinya dari 2025 sampai 2030 penjualan kendaraan elektrifikasi secara rata-rata mesti mencapai 300 ribuan unit per tahun. [Xan] ✕ Mari terhubung di Whatsapp Kami melindungi informasi pribadi Anda sesuai dengan Kebijakan Perlindungan Data Pribadi Saya setuju dengan Ketentuan Layanan dan Kebijakan Privasi Mobil123.com Saya bersedia dihubungi oleh Mobil123.com dan penjual mobil, afiliasi bisnis, dan mitranya. Lihat penawaran mobil terbaik! Prev Next Penawaran special - hubungi sekarang! hari jam Hrg. Psrn. I Tag Terkait Mobil Listrik mobil hybrid insentif mobil listrik insentif mobil hybrid penjualan mobil listrik 2024 Cetak Insan Akbar Reporter Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di sebuah harian umum nasional dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri. Berita Utama Kia Makin Serius di Indonesia: Target Punya 100 Diler dan Jual 40 Ribu Mobil pada 2030 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Kia makin serius di Indonesia. Prinsipal mereka di Korea Selatan kini turun tangan langsung melalui PT Kia Sales Indonesia. Target-target ... 833 Ribu Mobil Laku di RI 2025, Ada Kejutan di Daftar Merek Mobil Terlaris! Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Sebanyak 833 ribu unit mobil laku terjual di Indonesia sepanjang 2025. Tahun ini, ada kejutan di daftar 10 merek mobil terlaris. Menurut ... Salut! Daihatsu 17 Tahun Jadi Merek Mobil Terlaris Kedua di Indonesia Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Daihatsu mempertahankan status mereka sebagai merek mobil terlaris kedua di Indonesia selama nyaris dua dekade. Target Daihatsu tercapai. ... Bocoran Pertama Soal Mobil Baru Chery pada 2026 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 TANGERANG – Chery sudah memberikan bocoran pertama terkait rencana peluncuran mobil baru mereka di Indonesia pada 2026. Great Regional Manager PT ... Komentar
Indonesia Dirasa Tak Cuma Butuh Banyak Mobil Listrik Murni, tapi juga Mobil Hybrid Mobil Listrik Insan Akbar https://www.mobil123.com/authors/779/insan-akbar | 23 August 2024 16:48 TANGERANG – Pasar Indonesia dirasa butuh beragam opsi teknologi kendaraan elektrifikasi, mulai dari mobil hybrid sampai mobil listrik murni (battery electric vehicle/BEV). Meski begitu, perlu ada sokongan insentif yang memadai bagi seluruh teknologi tersebut. Demikian benang merah yang disampaikan oleh asosiasi maupun para pelaku usaha dalam diskusi bertajuk ‘Membedah Peluang dan Tantangan Elektrifikasi Kendaraan di Indonesia Menjelang 2030’ yang diadakan oleh Indonesia Center of Mobility Studies (ICMS) di Serpong, Tangerang. Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara, dalam pidatonya, menyampaikan kalau pilihan model maupun harga mobil listrik murni sekarang makin beragam. Meski begitu, teknologi ini masih belum didukung infrastruktur yang merata. “BEV makin laris, tapi kalau ke luar kota bagaimana? Infrastrukturnya belum di semua daerah ada,” ucap dia. Artikel terkait Insentif Mobil Hybrid Dipastikan Tidak Ada, Pemerintah Pilih Dorong Mobil Listrik Mobil Listrik 07 August 2024 Mobil Hybrid Disebut Layak Dapat Insentif Lebih Banyak! Setuju? Mobil Listrik 05 October 2023 Toyota Masih Yakin Pemerintah Indonesia akan Tambah Insentif Mobil Hybrid Mobil Listrik 17 January 2024 Marketing Planning Division Head PT Toyota Astra Motor (TAM) Resha Kusuma Atmaja, dalam paparannya, menunjukkan kalau pasar kendaraan elektrifikasi dari berbagai teknologi yang mereka istilahkan sebagai ‘xEV’ meningkat pesat sejak 2019. Sekadar informasi, pada tahun ini terbit insentif dari pemerintah untuk kendaraan elektrifikasi lewat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 yang kemudian direvisi menjadi Perpres Nomor 79 Tahun 2023. Penjualan retail kendaraan elektrifikasi yang terdiri dari mobil hybrid, plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), dan mobil listrik murni sejak 2019-2023 terus meningkat dari 690 unit, 1.292 unit, 2.829 unit, 16.439 unit, 65.400 unit. Pada Januari-Juni 2024, transaksi jual-beli mobil hybrid, PHEV, plus mobil listrik murni secara akumulatif mencapai 41.772 unit. Toyota mengklaim menjadi pemimpin pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia dengan penjualan 19.158 unit dan pangsa pasar 45,8 persen. “Untuk kontribusi xEV (terhadap pasar mobil nasional—Red) itu dari tahun ke tahun cukup eksponensial kenaikannya. Pada 2019 saja hanya 0,1 persen. Sekarang sudah menjadi 9,6-9,7 persen,” tukas Resha. Kendati begitu, Resha tak membantah anggapan bahwa insentif untuk mobil hybrid masih tak seroyal insentif untuk mobil listrik murni. Padahal, sumbangan volume terbesar datang dari model-model mobil hybrid. “Kalau di Toyota, sekitar 90 persenan itu di model-model mobil hybrid,” tukasnya. Resha pun berharap pemerintah bisa meniru insentif yang diberikan oleh pemerintah Thailand. Mereka memberikan insentif yang cukup besar tak hanya untuk mobil listrik murni, tapi juga mobil hybrid. “Kita semua punya tujuan yang sama yaitu mereduksi karbon dioksida. Kita bisa lakukan juga seperti di Thailand yang memang insentifnya tak hanya untuk BEV tapi untuk mobil hybrid pun ada,” tandasnya. Pemerintah Indonesia sendiri sudah menargetkan populasi 2 juta mobil listrik pada 2030. Jika memperhitungkan penjualan mobil hybrid sampai mobil listrik murni dari 2019-2023, artinya dari 2025 sampai 2030 penjualan kendaraan elektrifikasi secara rata-rata mesti mencapai 300 ribuan unit per tahun. [Xan] ✕ Mari terhubung di Whatsapp Kami melindungi informasi pribadi Anda sesuai dengan Kebijakan Perlindungan Data Pribadi Saya setuju dengan Ketentuan Layanan dan Kebijakan Privasi Mobil123.com Saya bersedia dihubungi oleh Mobil123.com dan penjual mobil, afiliasi bisnis, dan mitranya. Lihat penawaran mobil terbaik! Prev Next Penawaran special - hubungi sekarang! hari jam Hrg. Psrn. I Tag Terkait Mobil Listrik mobil hybrid insentif mobil listrik insentif mobil hybrid penjualan mobil listrik 2024
Insentif Mobil Hybrid Dipastikan Tidak Ada, Pemerintah Pilih Dorong Mobil Listrik Mobil Listrik 07 August 2024
Toyota Masih Yakin Pemerintah Indonesia akan Tambah Insentif Mobil Hybrid Mobil Listrik 17 January 2024
Kia Makin Serius di Indonesia: Target Punya 100 Diler dan Jual 40 Ribu Mobil pada 2030 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Kia makin serius di Indonesia. Prinsipal mereka di Korea Selatan kini turun tangan langsung melalui PT Kia Sales Indonesia. Target-target ...
833 Ribu Mobil Laku di RI 2025, Ada Kejutan di Daftar Merek Mobil Terlaris! Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Sebanyak 833 ribu unit mobil laku terjual di Indonesia sepanjang 2025. Tahun ini, ada kejutan di daftar 10 merek mobil terlaris. Menurut ...
Salut! Daihatsu 17 Tahun Jadi Merek Mobil Terlaris Kedua di Indonesia Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Daihatsu mempertahankan status mereka sebagai merek mobil terlaris kedua di Indonesia selama nyaris dua dekade. Target Daihatsu tercapai. ...
Bocoran Pertama Soal Mobil Baru Chery pada 2026 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 TANGERANG – Chery sudah memberikan bocoran pertama terkait rencana peluncuran mobil baru mereka di Indonesia pada 2026. Great Regional Manager PT ...