Tesla Tertarik Bangun Pabrik di Indonesia, Sudah Hubungi Luhut

Berita Otomotif

Tesla Tertarik Bangun Pabrik di Indonesia, Sudah Hubungi Luhut

JAKARTA – Tesla, produsen mobil listrik asal Amerika, disebut-sebut berminat membangun pabrik di Indonesia. Mereka bahkan sudah menghubungi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.

Luhut, menurut seorang pejabat kementerian tersebut, berkomunikasi dengan berbagai pihak mengenai rencana investasi yang berkaitan dengan mobil listrik. Salah satunya adalah Tesla.

“Khusus untuk Tesla, pihak Tesla secara informal sudah menghubungi pak Menko Luhut, tetapi ini masih penjajakan awal dan belum terlalu detail. Kita perlu diskusi lebih lanjut bersama pihak Tesla,” ucap Marves Ayodhia GL Kalake, Plt Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko ketika menjadi narasumber di stasiun televisi CNBC Indonesia beberapa waktu lalu, seperti dikutip dari situs resmi kementerian.

Adapun lokasi yang diincar adalah Batang, Jawa Tengah. Di sana, pemerintah memang bakal mengembangkan sebuah Kawasan Industri Terpadu.


Sekadar mengingatkan, pemerintah berencana menerapkan insentif – insentif bagi mobil listrik serta pabrikannya mulai semester kedua 2021. Berbagai insentif fiskal maupun nonfiskal disiapkan, dengan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 mengenai Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) sebagai payung hukum utama.

Berbagai pabrikan sudah terlebih dahulu memastikan investasi terkait mobil listrik plus komponennya. Di antaranya adalah Toyota – Daihatsu, Hyundai, LG Chemical, hingga konsorsium yang di dalamnya terdapat produsen baterai mobil listrik terbesar asal China yakni Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL).

Pemerintah, lanjut Ayodhia, berkomitmen untuk terus mengembangkan ekosistem kendaraan listrik beserta infrastruktur – infrastruktur pendukungnya. Pengembangan tersebut dilaksanakan melalui berbagai tahapan.

“Pemerintah sangat berkomitmen kuat untuk terus mengembangkan KBLBB. Pemerintah berharap ini menjadi pilihan utama, tetapi memang harus bertahap, dengan terus memberikan dukungan penuh,” ujarnya.

Berbagai rencana disebutkan oleh Ayodhia. Di samping beragam insentif dari pusat maupun daerah, mobil-mobil dinas kementerian nantinya diganti dengan yang bertenaga listrik.

“Sudah ada investor asing yang membangun industri skala besarnya di Indonesia, kita pun, setahap demi setahap akan mengganti kendaraan dinas menjadi KBBLB. Beberapa Pemerintah Daerah juga memberikan insentif untuk KBLBB seperti DKI, Bali, Jawa Barat. Seperti Pemprov DKI, yang tidak mengenakan atau membebaskan biaya bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) untuk KBLBB,” jelasnya.

Kebijakan relaksasi dari sisi pembiayaan juga diberikan. Pada 1 Oktober 2020 kemarin, Bank Indonesia, misalnya, memberlakukan DP 0 persen bagi mobil maupun motor listrik. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar