Riset: Pakai Mobil Listrik Setahun, Anda Seperti Menanam 209 Pohon

Berita Otomotif

Riset: Pakai Mobil Listrik Setahun, Anda Seperti Menanam 209 Pohon

BANGKOK – Efek mobil listrik terhadap pengurangan polusi dan kelestarian lingkungan ternyata amat besar. Bayangkan, memakai satu mobil listrik selama setahun saja sudah sama dengan menanam lebih dari 200 pohon.

Hal ini terungkap dari riset Nissan. Pabrikan asal Jepang tersebut, melalui keterangan resmi pada pertengahan pekan ini, mengungkapkan hasil analisis dampak mobil listrik terhadap lingkungan sejak mereka meluncurkan Nissan Leaf pada 2010 silam.

Nissan sendiri merupakan produsen otomotif pertama di dunia yang memproduksi massal mobil listrik yaitu Leaf. Rekan satu aliansi Renault dan Mitsubishi itu sudah membeberkan akan meluncurkan Leaf di Indonesia pada 2020.

Lebih lanjut, menurut data Nissan, satu kendaraan listrik saja sudah mampu mereduksi 4,6 metrik ton gas rumah kaca dalam setahun. Efeknya sama dengan menanam 209 pohon.

Adapun Leaf menurut klaim mereka telah terjual sebanyak lebih dari 460 ribu unit dan menghindari terciptanya 2,1 juta metrik ton gas karbon dioksida (CO2). Sebagai perbandingan, untuk memproses CO2 sebanyak itu, dunia butuh lebih dari 81 juta pohon.

“Pemilik Leaf menempuh lebih dari 13 miliar kilometer dengan bebas emisi, setara dengan jarak mengemudi ke bulan sebanyak lebih dari 33.800 kali,” tulis Nissan dalam pernyataan pers.

Nissan menjelaskan bahwa dunia butuh mengurangi 55 persen emisi karbon dioksida hingga 2030 untuk menghentikan pemanasan global. Sementara, saat ini, di area Asia dan Oseania saja ada sekitar 4 miliar orang—92 persen dari populasi Asia Pasifik—yang terpapar polusi udara dalam level yang dapat menimbulkan risiko kesehatan signifikan.

Polusi udara juga menjadi peringkat kelima penyebab utama kematian-kematian di seluruh dunia di antara semua risiko kesehatan. Sebanyak 9 persen dari total kematian disebabkan oleh faktor ini.

Indonesia sendiri pada 2021 baru akan memulai era mobil listrik. Pemerintah, melalui Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019, akan memberikan insentif fiskal plus nonfiskal bagi mobil-mobil ramah lingkungan di antaranya mobil hybrid, plug-in hybrid, serta mobil listrik murni.

Dengan insentif, harga mobil listrik diharapkan jadi lebih masuk akal bagi konsumen dan akhirnya kendaraan tersebut diproduksi lokal. Sebanyak 20 persen produksi mobil pada 2025 ditargetkan berteknologi mobil listrik baik itu hybrid, PHEV, atau mobil listrik murni. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama

All-new Yaris 2020 Kian Canggih

All-new Yaris 2020 Kian Canggih

Video
All-new Toyota Yaris 2020 semakin canggih. Salah satu teknologi atau fitur generasi keempat Yaris ini adalah bisa parkir sendiri. Harga Yaris 2020 ...

Komentar