Renault Indonesia Intip Peluang Manfaatkan Pabrik Mitsubishi atau Nissan

Berita Otomotif

Renault Indonesia Intip Peluang Manfaatkan Pabrik Mitsubishi atau Nissan

JAKARTA - Renault memiliki visi untuk merakit produk-produk mereka secara lokal di Indonesia pada masa mendatang. Cara yang dipikirkan bukanlah membangun pabrik sendiri, tapi dengan memanfaatkan sumber daya milik dua merek yang jadi aliansi mereka.

Seperti diberitakan sebelumnya, Renault berambisi untuk menjadi merek yang lebih populer di Indonesia pasca peralihan agen pemegang merek (APM) dari Indomobil Group ke Maxindo Nusantara Group awal tahun ini. Mereka awalnya akan menambah serta membenahi pilihan produk berharga terjangkau di Indonesia dengan mendatangkan model-model yang dijual oleh Renault India, juga meningkatkan kualitas maupun kuantitas jaringan purnajual secara bertahap.

Renault juga menilai pentingnya melakukan perakitan lokal. Meski begitu, mereka belum bisa memastikan kapan bisa melakukannya.

“Visi kami untuk punya mobil yang dirakit di Indonesia ada,” tegas Davy J. Tuilan, Chief Operating Officer PT. Maxindo Renault Indonesia menjawab pertanyaan Mobil123.com dalam media gathering beberapa waktu lalu di Jakarta.

Renault sendiri sudah diketahui bakal menjual dua model mobil murah di Tanah Air. Pertama adalah model lawas Kwid yang lebih diperbanyak lagi pilihan variannya, sedangkan yang kedua ialah low multi purpose vehicle (LMPV) bernama Triber yang kemungkinan besar mempunyai harga setara low cost green car (LCGC) seperti Toyota Calya.

“Apakah (yang dirakit nanti) Triber atau model-model lain, itu nanti. Masih kami pelajari,” tandas Davy yang kemudian menilai berjualan mobil di Indonesia bakal cukup berat jika tanpa perakitan lokal sama sekali.

Pabrik Nissan dan Mitsubishi
Cara paling efektif dan efisien bagi Renault untuk melakukan perakitan lokal adalah memanfaatkan sumber daya milik dua aliansi mereka yakni Mitsubishi dan Nissan. Davy mengakui hal itu.

“Pasti lah, ya (manfaatkan pabrik aliansi). Kalau sudah bicara manufacturing, jika punya sumber daya dari aliansi kenapa enggak?,” tukas dia.

Mitsubishi saat ini mempunyai pabrik berkapasitas sangat besar di Cikarang, Bekasi. Pabrik yang sudah dimanfaatkan untuk perakitan All-New Nissan Livina itu akan berkapasitas 220 ribu unit pada 2020.

Nissan pun sudah punya pabrik di Karawang sejak 2014. Akan tetapi, utilisasinya masih jauh dari kata maksimal karena mandeknya penjualan akibat kevakuman produk baru selama empat tahun yang berakhir pada 2018 kemarin. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support