Renault Kwid Tidak Laku Karena Cuma Punya Transmisi Manual

Berita Otomotif

Renault Kwid Tidak Laku Karena Cuma Punya Transmisi Manual

JAKARTA - Renault Kwid dinilai tak laku di Indonesia karena ketiadaan varian transmisi otomatis. Ini mempengaruhi preferensi konsumen maupun kesediaan perusahaan pembiayaan membantu proses kredit.

Kwid adalah mobil murah pertama Renault di Indonesia yang meluncur di negeri ini sejak Oktober 2016, saat merek ini masih ditangani oleh Indomobil Group. Meski berharga terjangkau, penjualannya amat sedikit dan semakin berkurang tiap tahunnya.

Renault pun berganti agen tunggal pemegang merek (ATPM) mulai tahun ini. Salah satu eksekutif ATPM terkini menilai Kwid melempem di pasar karena tidak tersedianya opsi transmisi otomatis (matic).

“Saya kurang sepakat jika ada yang mengatakan Kwid (tidak laku) karena masalah selera. Kalau menurut saya, masalahnya adalah product line-up yang dulu tak lengkap. Tidak ada matic,” ujar Davy J. Tuilan, Chief Operating Officer PT. Maxindo Renault Indonesia menanggapi pertanyaan Mobil123.com beberapa waktu lalu.

Nahasnya, lanjut dia, selera konsumen saat ini sudah berubah ke tipe transmisi tersebut. Selain itu, ketiadaan transmisi matic juga membuat perusahaan pembiayaan enggan membantu.

Padahal, leasing adalah salah satu faktor utama dalam penjualan mobil murah. Lalu, apa hubungannya tidak adanya varian matic dengan kemudahan leasing?

“Jadi, di Indonesia ini somehow mobil matic dipasarkan di tengah kota dan yang manual di sub-urban. Orang-orang leasing itu lebih senang membiayai mobil matic. Satu, dari sisi ekonomi seharusnya lebih gampang bayar cicilan. Kedua, kalau di tengah kota, jika terjadi kredit macet, menariknya gampang. Kalau di luar kota, sudah jauh, begitu sampai ke sana belum tentu mobilnya ada. Mencarinya susah,” papar Davy.

Ia menjelaskan jika suatu model mempunyai kedua varian transmisi maka perusahaan pembiayaan dapat menutupi risiko kredit macet pada transmisi manualnya.

“Mereka akan bilang, ‘oke yang daerah (transmisi manual) ini saya ‘makan’. Walau berisiko, karena ada juga matic-nya risiko itu bisa tereliminasi. Di pembiayaan yang satu (matic) saya untung banyak, untuk satunya lagi (manual) tidak apa-apa profit kecil atau malah tidak ada,” terangnya.

Davy menegaskan bahwa Kwid akan tetap dijual. Hanya saja, pilihan variannya bakal mereka tambah.

“Apakah akan di GIIAS 2019? Tunggu saja, ya,” tutupnya menjawab pertanyaan terakhir Mobil123.com. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support