Toyota Berbagi Keuntungan untuk Kemaslahatan Masyarakat

Berita Otomotif

Toyota Berbagi Keuntungan untuk Kemaslahatan Masyarakat

TANGERANG - Profit dari penjualan mobil Toyota digunakan PT Toyota-Astra Motor (TAM) untuk mengembangkan beberapa sektor. Mulai dari lingkungan hidup, bisnis hingga pengetahuan tentang berlalu lintas guna meningkatkan kemaslahatan di masyarakat.    

Seperti agen pemegang merk lainnya, PT TAM juga memiliki kegiatan CSR-nya yakni Car for Tree. Program yang sudah berjalan 8 tahun ini nyatanya berdampak positif terhadap bidang tersebut. PT TAM menggunakan keuntungan dari penjualan mobil Toyota untuk mendukung program-program seperti konservasi lingkungan hidup, 

"Untuk bidang lingkungan, TAM melakukan improvement terhadap program Car for Tree agar program tersebut dapat semakin bermanfaat bagi masyarakat luas dan berjalan berkesinambungan. Tidak hanya fokus pada menanam pohon untuk penghijauan, cakupan wilayah program Car for Tree juga kami perluas ke luar wilayah Jakarta,” ujar Lina Agustina, General Manager PT TAM di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) ICE, BSD City, Tangerang (7/8).

Implementasi program Car for Tree dimulai pada 2010 dengan membangun Toyota Eco Island di Taman Impian Jaya Ancol. Kemudian program ini berlanjut dengan program revitalisasi Taman Semanggi Jakarta pada 2014. Sejak tahun lalu, TAM berkomitmen memperluas cakupan program Car for Tree ke daerah-daerah berdasarkan potensi lokal yang dimiliki dan tantangan lingkungan yang sesuai dengan daerahnya dan tidak hanya terfokus kepada penanaman pohon saja. 

Tidak hanya itu, TAM juga memiliki kepedulian dalam perbaikan masyarakat dan lingkungan demi membangun Indonesia yang lebih baik. Salah satunya adalah melakukan pengembangan potensi lokal. Dalam program ini, Toyota membantu para petani dengan cara memberikan pelatihan dan pengembangan keterampilan pertanian organik serta donasi berupa fasilitas alat-alat pertanian.

Sejak diresmikan pertama kali tahun lalu, para petani sudah melakukan 4 kali panen raya dengan hasil total 200 ton beras organik dari lahan seluas 50 Ha. Petani turut merasakan manfaatnya karena keuntungan mereka juga naik hingga 10%, sementara biaya produksi mampu ditekan hingga 30%.

“Para petani merasakan manfaat nyata dari program Toyota Organic Village ini di mana keuntungan yang mereka dapatkan bertambah Sementara biaya produksinya mampu ditekan,” ujar Prof. Faiz Syuaib dari Yayasan Agra Citra 23 sebagai Pembina Toyota Organic Village.

Wujud implementasi Car for Tree di luar Jawa lain adalah pelaksanaan program Pinisi Bagi Negeri di Makassar, Sulawesi Selatan yang wilayahnya memiliki potensi di bidang kemaritiman.

Pinisi Bagi Negeri dilakukan dengan menanam terumbu karang di sekitar Pulau Samalona sebagai bentuk pelestarian lingkungan perairan dan mencegah kerusakan terumbu karang yang lebih luas di masa depan.

Selain itu, untuk menjaga kebudayaan tradisional masyarakat Bugis-Makassar, dalam program ini dikembangkan kapal pinisi yang merupakan salah satu icon bersejarah bagi masyarakat Bugis-Makassar dan daya tarik kota Makassar.

Setahun sejak peresmiannya pada awal April 2017, penanaman terumbu karang di area seluas 500 m2 di dekat Pulau Samalona dan sejauh ini tingkat keberhasilannya mencapai 80%. Sementara itu, pendidikan kebudayaan di atas kapal pinisi hingga saat ini sudah melibatkan 450 orang siswa dan 1.300 masyarakat umum. 

Program ketiga melalui Car for Tree tahun lalu di luar Jakarta adalah proyek revitalisasi Taman Lalu Lintas Bandung seluas 3,5 ha di mana TAM mendonasikan dana senilai Rp 9,2 miliar. 

Revitalisasi taman ini memiliki visi untuk menjadi fasilitas pendidikan dini, khususnya anak-anak mengenai tata tertib berlalulintas, baik secara experimental learning maupun teori. Selain itu, juga dilengkapi dengan fasilitas rekreasi keluarga dan ruang terbuka hijau sebagai paru-paru di tengah kota Bandung.

“Taman Lalu Lintas Bandung memiliki nilai historis bagi masyarakat kota Bandung dan hingga saat ini merupakan salah satu tempat favorit anak-anak dan menjadi salah satu tujuan wisata kota Bandung. Kami berharap, program ini dapat berkelanjutan sehingga memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat di kota Bandung dan sekitarnya,” kata Prof. Yul Yunazwin Nazaruddin sebagai Ketua Pembina Taman Lalu Lintas Bandung.

Sejak diresmikan tahun lalu, jumlah pengunjungnya meningkat pesat yaitu rata-rata 3.000 pengunjung per hari dan naik hingga 5.000 orang pada akhir pekan. Pada tahun ini, Toyota rencananya juga akan meluncurkan pengembangan program edukasi bagi anak-anak dan pengunjung Taman Lalu Lintas Bandung. CSR ini merupakan salah satu komitmen Toyota Indonesia agar bisa sejalan dengan filosofi Toyota global dengan semangat growing together. [Ary/Ari]



Ary Dwinoviansyah

Ary Dwinoviansyah

Ary mulai bekerja sebagai seorang jurnalis otomotif sejak tahun 2008 dan sangat mencintai sepedamotor. Nonton MotoGP merupakan salah satu hobi untuk menghabiskan akhir pekannya. Dia juga memimpikan memiliki mobil Transformers.


Berita Utama


Komentar