Fakta Penting Geely Starray EM-i di Indonesia: SUV Plug-in Hybrid Rp499 Juta Produksi Lokal di Purwakarta
Adu Spesifikasi SUV Listrik Rp 250–500 Jutaan: Jaecoo J5 EV vs BYD Atto 3 vs Geely EX5, Siapa yang Paling Unggul?
Beranda Berita Berita Otomotif Toyota Sudah Mendapat Tekanan untuk Menaikkan Harga Toyota Sudah Mendapat Tekanan untuk Menaikkan Harga Berita Otomotif Insan Akbar https://www.mobil123.com/authors/779/insan-akbar | 30 May 2023 06:20 TANGERANG – Toyota mengaku sudah mendapat tekanan untuk menaikkan harga akibat fluktuasi kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Tetapi mereka masih memutuskan untuk menahan harga dengan berbagai alasan.Seperti diketahui, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS terdepresiasi sejak awal 2018 hingga beberapa pabrikan sudah menaikkan harga jual kendaraan. Kurs, yang pada akhir 2017 masih sekitar Rp 13.500 per dollar AS, pada 3 Agustus 2018 berada di level Rp 14.503 per dollar AS.Toyota sang pemimpin pasar otomotif Indonesia sendiri masih belum menaikkan harga karena faktor kurs. Meski demikian, mereka mengakui tekanan-tekanan itu sudah ada. Artikel terkait Toyota dan Mitsubishi Belum Naikkan Harga Meski Kurs Rupiah Labil Berita Otomotif 07 May 2018 Harga Suku Cadang Toyota Belum Naik Berita Otomotif 10 September 2018 Toyota sudah Naikkan Harga Tiga Kali pada 2024, Mau Naik Lagi karena Kurs? Berita Otomotif 02 August 2024 “Sebenarnya tekanan sudah ada. Contohnya dari supplier karena cost mereka sudah naik,” aku Fransiskus Soerjopranoto, Executive General Manager PT. Toyota Astra Motor (TAM) Fransiskus Soerjopranoto, menjawab pertanyaan Mobil123.com usai seremoni dealer tukar-tambah Toyota Trust di Bintaro belum lama ini.Meski begitu, Toyota, menurut Soerjopranoto, masih memutuskan untuk bertahan. Selain karena dilindungi oleh hedging, pabrikan asal Jepang ini melihat intensi pemerintah untuk memperbaiki situasi sehingga pelemahan kurs rupiah mereka harap bersifat sementara. Ini penting karena harga mobil tidak bisa naik-turun sewaktu-waktu.“Jangan sampai saat kami naikkan harga mobil lalu kok kursnya turun,” tandas dia.Selain itu, kondisi ekonomi terkini juga membuat Toyota berpikir ulang menaikkan harga. Pasalnya, daya beli masyarakat belum pulih.Mobil-mobil di segmen harga terjangkau terkena kredit macet. Sementara itu, kendaraan di segmen menengah atas (high segment) harus dirangsang model-model baru untuk melakukan pembelian.“Kalau nilai tukar naik, secara otomatis yang pemerintah lakukan sekarang adalah menaikkan suku bunga, kan? Suku bunga (acuan Bank Indonesia) sudah naik menjadi 5,25 persen dan itu efeknya ke low segment. Orang-orang mau beli mobil lebih sulit disetujui oleh perusahaan pembiayaan. Hal kedua, kenaikan suku bunga itu membuat angsuran kredit naik. Kendalanya di situ,” jelas Soerjopranoto lagi.Menurut dia, Toyota baru terpaksa menaikkan harga jika terjadi dua hal. Pertama adalah depresiasi kurs rupiah signifikan hingga mencapai 15 persen. Kedua, jika situasi ini terjadi terus-menerus dalam waktu relatif lama yaitu satu semester.“Untungnya kami ini pemimpin pasar. Sebagai pemimpin pasar, umumnya yang lain melihat ke Toyota. Kalau kami enggak menaikkan harga, mereka juga tidak. Sekali Toyota menaikkan harga, kan, akan melakukannya. Ada untungnya di situ bagi konsumen sekarang,” terangnya. [Xan/Ari] ✕ Mari terhubung di Whatsapp Kami melindungi informasi pribadi Anda sesuai dengan Kebijakan Perlindungan Data Pribadi Saya setuju dengan Ketentuan Layanan dan Kebijakan Privasi Mobil123.com Saya bersedia dihubungi oleh Mobil123.com dan penjual mobil, afiliasi bisnis, dan mitranya. Lihat penawaran mobil terbaik! Prev Next Penawaran special - hubungi sekarang! hari jam Hrg. Psrn. I Tag Terkait PT. Toyota Astra Motor harga mobil Toyota kurs rupiah Toyota kurs rupiah terhadap dollar AS Toyota Indonesia Cetak Insan Akbar Reporter Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di sebuah harian umum nasional dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri. Berita Utama Kia Makin Serius di Indonesia: Target Punya 100 Diler dan Jual 40 Ribu Mobil pada 2030 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Kia makin serius di Indonesia. Prinsipal mereka di Korea Selatan kini turun tangan langsung melalui PT Kia Sales Indonesia. Target-target ... 833 Ribu Mobil Laku di RI 2025, Ada Kejutan di Daftar Merek Mobil Terlaris! Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Sebanyak 833 ribu unit mobil laku terjual di Indonesia sepanjang 2025. Tahun ini, ada kejutan di daftar 10 merek mobil terlaris. Menurut ... Salut! Daihatsu 17 Tahun Jadi Merek Mobil Terlaris Kedua di Indonesia Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Daihatsu mempertahankan status mereka sebagai merek mobil terlaris kedua di Indonesia selama nyaris dua dekade. Target Daihatsu tercapai. ... Bocoran Pertama Soal Mobil Baru Chery pada 2026 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 TANGERANG – Chery sudah memberikan bocoran pertama terkait rencana peluncuran mobil baru mereka di Indonesia pada 2026. Great Regional Manager PT ... Komentar
Toyota Sudah Mendapat Tekanan untuk Menaikkan Harga Berita Otomotif Insan Akbar https://www.mobil123.com/authors/779/insan-akbar | 30 May 2023 06:20 TANGERANG – Toyota mengaku sudah mendapat tekanan untuk menaikkan harga akibat fluktuasi kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Tetapi mereka masih memutuskan untuk menahan harga dengan berbagai alasan.Seperti diketahui, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS terdepresiasi sejak awal 2018 hingga beberapa pabrikan sudah menaikkan harga jual kendaraan. Kurs, yang pada akhir 2017 masih sekitar Rp 13.500 per dollar AS, pada 3 Agustus 2018 berada di level Rp 14.503 per dollar AS.Toyota sang pemimpin pasar otomotif Indonesia sendiri masih belum menaikkan harga karena faktor kurs. Meski demikian, mereka mengakui tekanan-tekanan itu sudah ada. Artikel terkait Toyota dan Mitsubishi Belum Naikkan Harga Meski Kurs Rupiah Labil Berita Otomotif 07 May 2018 Harga Suku Cadang Toyota Belum Naik Berita Otomotif 10 September 2018 Toyota sudah Naikkan Harga Tiga Kali pada 2024, Mau Naik Lagi karena Kurs? Berita Otomotif 02 August 2024 “Sebenarnya tekanan sudah ada. Contohnya dari supplier karena cost mereka sudah naik,” aku Fransiskus Soerjopranoto, Executive General Manager PT. Toyota Astra Motor (TAM) Fransiskus Soerjopranoto, menjawab pertanyaan Mobil123.com usai seremoni dealer tukar-tambah Toyota Trust di Bintaro belum lama ini.Meski begitu, Toyota, menurut Soerjopranoto, masih memutuskan untuk bertahan. Selain karena dilindungi oleh hedging, pabrikan asal Jepang ini melihat intensi pemerintah untuk memperbaiki situasi sehingga pelemahan kurs rupiah mereka harap bersifat sementara. Ini penting karena harga mobil tidak bisa naik-turun sewaktu-waktu.“Jangan sampai saat kami naikkan harga mobil lalu kok kursnya turun,” tandas dia.Selain itu, kondisi ekonomi terkini juga membuat Toyota berpikir ulang menaikkan harga. Pasalnya, daya beli masyarakat belum pulih.Mobil-mobil di segmen harga terjangkau terkena kredit macet. Sementara itu, kendaraan di segmen menengah atas (high segment) harus dirangsang model-model baru untuk melakukan pembelian.“Kalau nilai tukar naik, secara otomatis yang pemerintah lakukan sekarang adalah menaikkan suku bunga, kan? Suku bunga (acuan Bank Indonesia) sudah naik menjadi 5,25 persen dan itu efeknya ke low segment. Orang-orang mau beli mobil lebih sulit disetujui oleh perusahaan pembiayaan. Hal kedua, kenaikan suku bunga itu membuat angsuran kredit naik. Kendalanya di situ,” jelas Soerjopranoto lagi.Menurut dia, Toyota baru terpaksa menaikkan harga jika terjadi dua hal. Pertama adalah depresiasi kurs rupiah signifikan hingga mencapai 15 persen. Kedua, jika situasi ini terjadi terus-menerus dalam waktu relatif lama yaitu satu semester.“Untungnya kami ini pemimpin pasar. Sebagai pemimpin pasar, umumnya yang lain melihat ke Toyota. Kalau kami enggak menaikkan harga, mereka juga tidak. Sekali Toyota menaikkan harga, kan, akan melakukannya. Ada untungnya di situ bagi konsumen sekarang,” terangnya. [Xan/Ari] ✕ Mari terhubung di Whatsapp Kami melindungi informasi pribadi Anda sesuai dengan Kebijakan Perlindungan Data Pribadi Saya setuju dengan Ketentuan Layanan dan Kebijakan Privasi Mobil123.com Saya bersedia dihubungi oleh Mobil123.com dan penjual mobil, afiliasi bisnis, dan mitranya. Lihat penawaran mobil terbaik! Prev Next Penawaran special - hubungi sekarang! hari jam Hrg. Psrn. I Tag Terkait PT. Toyota Astra Motor harga mobil Toyota kurs rupiah Toyota kurs rupiah terhadap dollar AS Toyota Indonesia
Toyota sudah Naikkan Harga Tiga Kali pada 2024, Mau Naik Lagi karena Kurs? Berita Otomotif 02 August 2024
Kia Makin Serius di Indonesia: Target Punya 100 Diler dan Jual 40 Ribu Mobil pada 2030 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Kia makin serius di Indonesia. Prinsipal mereka di Korea Selatan kini turun tangan langsung melalui PT Kia Sales Indonesia. Target-target ...
833 Ribu Mobil Laku di RI 2025, Ada Kejutan di Daftar Merek Mobil Terlaris! Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Sebanyak 833 ribu unit mobil laku terjual di Indonesia sepanjang 2025. Tahun ini, ada kejutan di daftar 10 merek mobil terlaris. Menurut ...
Salut! Daihatsu 17 Tahun Jadi Merek Mobil Terlaris Kedua di Indonesia Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Daihatsu mempertahankan status mereka sebagai merek mobil terlaris kedua di Indonesia selama nyaris dua dekade. Target Daihatsu tercapai. ...
Bocoran Pertama Soal Mobil Baru Chery pada 2026 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 TANGERANG – Chery sudah memberikan bocoran pertama terkait rencana peluncuran mobil baru mereka di Indonesia pada 2026. Great Regional Manager PT ...