Peminat Mobil Listrik di Indonesia Tumbuh, PR Masih Banyak

Berita Otomotif

Peminat Mobil Listrik di Indonesia Tumbuh, PR Masih Banyak

JAKARTA - Mobil listrik dengan segala keunggulannya mulai menggugah minat konsumen di Indonesia, namun demikian masih banyak pekerjaan rumah (PR) untuk menjadikannya sebagai pilihan utama.

Mobil listrik atau kendaraan listrik lainnya termasuk motor disebut menjadi masa depan industri otomotif. Pabrikan-pabrikan otomotif besar dunia tentu sudah memiliki rencana besar ke arah tersebut, menanam banyak investasi untuk memutahirkan teknologinya.

Keunggulan utama kendaraan listrik tak lepas dari masalah kelestarian lingkungan. Menjadi jawaban untuk menurunkan tingkat polusi yang semakin meresahkan di seluruh belahan dunia.   

Peminat Mobil Listrik di Indonesia Tumbuh, PR Masih Banyak

Namun demikian, tentu bukan hal mudah saat masuk di masa transisi atau peralihan. Mengubah mindset para pengguna mesin bakar ke kendaraan listrik, termasuk di Indonesia butuh efford yang cukup besar..

Coki Panjaitan, Head of Extenal and Government Affairs PT Nissan Motor Indonesia (NMI) punya data survei mengenai hal tersebut. Dan ternyata hasilnya cukup mengejutkan, karena menurutnya saat melakukan pemaparan dalam diskusi bersama Forum Wartawan Otomotif (FORWOT), sebanyak 41 persen responden survei sudah berminat membeli mobil listik atau sejenisnya seperti hybrid serta Plug-in hybrid.

"Kita pernah melakukan survei dan 41 persen menyatakan mereka akan membeli mobil listrik," kata Coki.

Namun demikian Coki menambahkan bahwa konsumen di Indonesia juga masih memiliki pertimbangan lain untuk mau langsung memilih mobil listrik. Masalah harga yang masih tergolong tinggi menjadi pertimbangan utama. 

Selain itu, menurut Coki calon konsumen juga banyak yang masih ragu dengan daya tahan baterai mobil listrik. Seperti contohnya ketika harus melewati genangan air atau banjir termasuk saat melintasi permukaan jalan yang tidak rata. Konsumen juga masih mempertanyakan masalah daya tempuh serta proses pengisian dayanya.

“Survey yang kami lakukan terhadap bagaimana masyarakat itu di edukasi. Sebenernya sehari berapa kilometer (pemakaian baterai mobil listrik). Rata-rata sekitar 70 persen jarak tempuh 50 kilometer per hari (penggunaan mobil),” tambah Coki.

Peminat Mobil Listrik di Indonesia Tumbuh, PR Masih Banyak
Nissan sendiri di Indonesia saat ini sedang sibuk menawarkan Nissan Kicks e-Power. SUV compact seharga Rp 449 juta ini memang bukan merupakan kendaraan listrik murni, bisa dibilang masih masuk dalam kategori hybrid.

Ini karena masih ditunjang mesin bensin 3 silinder berkapasitas 1.2-liter yang bekerja mengisi baterai untuk diteruskan ke motor listrik dan kemudian roda. NMI menyebut Kicks e-Power sebagai mobil peralihan dari mesin konvensional ke listrik murni dan masih memiliki kandungan emisi gas buang CO2 sekitar 100 g/km. [Ari]



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar