Pemerintah Kembali Himbau Masyarakat Agar Tidak Mudik

Berita Otomotif

Pemerintah Kembali Himbau Masyarakat Agar Tidak Mudik

JAKARTA – Meski tidak dilarang, berpergian termasuk mudik ke kampung halaman akan membuat risiko penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) meningkat.

Risiko tersebut akan semakin meningkat bila pemudik menggunakan transportasi massal. Hal ini disampaikan oleh Achmad Yurianto, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Risikonya terlalu tinggi kalau berpergian dalam situasi seperti ini, sebab akan ada perjalanan panjang yang dilalui dan sangat mungkin bertemu banyak orang,” ungkapnya.

Ia pun mencontohkan seseorang yang menggunakan transportasi umum bus. Di Terminal dan di kendaraan ia akan bertemu banyak orang. Ia juga akan berinteraksi dengan orang yang tidak tahu kondisinya.  Apalagi saat berada di dalam bus dengan sirkulasi udara tertutup sehingga memungkinkan terjadi penyebaran jika ada yang terjangkit COVID-19 di dalamnya.

"Nanti ada yang batuk, dropletnya bisa mengenai benda-benda di dalam bus," ujarnya.

Namun bagi masyarakat yang sudah terlanjur mudik atau siapapun yang terpaksa berpergian, maka langkah atau upaya mesti dilakukan adalah menjaga jarak dalam berkomunikasi.  Bahkan, untuk sementara tidak bersalaman dulu dengan keluarga di kampung dan rajin mencuci tangan.

Langkah ini tersebut tetap harus dilakukan meski pemudik merasa dalam kondisi yang sehat. Pasalnya saat ini banyak penderita yang bahkan tidak memiliki gejala telah terjangkit Covid-19 dan berpotensi menularkan banyak orang.

“Karena bisa saja kita membawa virus. Apalagi 60-70 persen penderita Covid-19 merupakan orang tanpa gejala,” pungkas Yuri.

Tingginya risiko penularan tersebut memang membuat pemerintah menghimbau masyarakat agar tidak mudik ke kampung halaman saat Lebaran. Himbauan ini memang terbilang menarik karena mudik merupakan sebuah tradisi yang selalu dilakukan masyarakat setiap tahunnya. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar