Pastikan Tak Ada Larangan Mudik, Luhut: Dilarang pun Tetap Dilakukan

Berita Otomotif

Pastikan Tak Ada Larangan Mudik, Luhut: Dilarang pun Tetap Dilakukan

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan memastikan pemerintah hanya akan memberikan imbauan tidak mudik agar tidak menyebarkan virus Corona, bukan larangan. Salah satu alasannya adalah karena dilarang pun masih ada yang bakal tetap ‘bandel’.

Hal tersebut Luhut tegaskan dalam Rapat Terbatas Melalui Konferensi Video Mengenai Lanjutan Antisipasi Mudik pada Kamis (2/4/2020).  Ia menyebut pemerintah memutuskan akan gencar melakukan imbauan tidak mudik di Masa Tanggap Darurat Virus Corona (29 Februari – 29 Mei 2020) serta akibat-akibatnya jika tetap ngotot pulang ke kampung halaman, alih-alih melakukan pelarangan.

“Orang ada yang mau dia dilarang pun tetap mudik saja. Hanya sekarang kita imbau kesadaran bahwa kalau Anda mudik, hampir pasti Anda bawa penyakit. Kalau bahwa penyakit itu, di daerah sudah terbukti ada yang meninggal. Itu bisa keluargamu. Kita enggak mau itu. Oleh karena itu, kita anjurkan untuk tidak mudik,” papar dia.

Alasan kedua, menurut Luhut, adalah karena larangan mudik bisa menyetop roda perekonomian. Pemerintah tidak ingin hal ini terjadi.

“Pertimbangan utama kita supaya ekonomi itu tidak mati sama sekali dan ini kami lihat—setelah kami hitung semua—mungkin pilihan terbaik dari banyak pilihan yang mungkin tidak cocok,” lanjut dia.

Agar masyarakat mau berdiam di Jakarta, terang Luhut, pemerintah telah memberikan berbagai kompensasi berupa stimulus ekonomi maupun jaring pengaman sosial yang mereka butuhkan. Di Jakarta ada 3,7 juta calon penerima bantuan yang sedang didata dan dimasukkan ke dalam daftar secepat mungkin oleh Kementerian Sosial bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Satu lagi yang amat penting menurutnya adalah mendisiplinkan masyarakat, khususnya masyarakat Jakarta dan sekitarnya, untuk melakukan jaga jarak atau physical distancing sesuai anjuran World Health Organization (WHO) untuk memutus mata rantai penyebaran virus. Apalagi Jakarta merupakan episentrum epidemi virus Corona di Indonesia.

“Kalau kita bisa bantu mendisiplinkan masyarakat kita dan ada bantuan media untuk berita yang pas untuk jaga jarak, itu akan sangat bantu,” tandas Luhut.

Seperti diketahui, virus Corona atau Covid-19 sejak akhir 2019 sudah menjangkiti lebih 200 negara, termasuk Indonesia. Sejak pengumuman mengenai masuknya virus ini di Tanah Air pada 2 Maret 2020 sampai 2 April 2020 sudah ada 1.790 orang yang positif terinfeksi (112 orang di antaranya sembuh, sedangkan 170 lainnya meninggal dunia). [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar