Jokowi Minta yang Tetap Mudik Saat Pandemi Corona Diberi Status ODP

Berita Otomotif

Jokowi Minta yang Tetap Mudik Saat Pandemi Corona Diberi Status ODP

JAKARTA – Presiden Joko Widodo meminta agar daerah-daerah memperketat pemantauan terhadap para pemudik di masa pandemi virus Corona dengan menjadikan mereka Orang Dalam Pengawasan (ODP).

Jokowi, sapaan Joko Widodo, meminta pemimpin dari level provinsi sampai kelurahan atau desa siaga terhadap kedatangan warga Ibu Kota yang tetap ngotot mudik Lebaran Idul Fitri selama Masa Tanggap Darurat Virus Corona hingga 29 Mei mendatang, meski pemerintah telah menganjurkan agar diam di Jakarta supaya virus tidak menyebar. Partisipasi gubernur sampai kepala desa amat diharapkan dalam memperkecil potensi penyebarluasan virus yang dibawa oleh para pemudik.

“Saya ingin dorong agar ada partisipasi di tingkat komunitas, baik RW (Rukun Warga) maupun RT (Rukun Tetangga) sehingga pemudik yang pulang dari Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) bisa dimasukkan dalam kategori Orang Dalam Pemantauan ADP sehingga bisa jalankan isolasi mandiri. Kemarin saya sampaikan dana desa bisa digunakan sebagai jaring pengaman sosial di tingkat desa,” ucap dia ketika memberi arahan dalam Rapat Terbatas Melalui Konferensi Video Mengenai Lanjutan Antisipasi Mudik, Kamis (2/4/2020) yang disiarkan akun Facebook Sekretariat Kabinet RI.

Jokowi juga melontarkan wacana mengganti hari libur nasional hari raya Idul Fitri, sehingga waktu mudik bisa bergeser. Jika ini terwujud, pemerintah bisa memberikan berbagai fasilitas arus mudik kepada masyarakat Indonesia, termasuk misalnya akses gratis ke berbagai lokasi pariwisata milik pemerintah daerah.

“Mengenai arus mudik, saya minta disiapkan skenario-skenario yang komprehensif. Jangan sepotong-sepotong, atau satu aspek saja, atau sifatnya sectoral, atau kepentingan daerah saja tetapi dilihat secara utuh baik dari hulu, tengah, dan di hilir,” tegas dia.

Sekadar mengingatkan, virus Corona atau Covid-19 pertama kali muncul di Wuhan, China pada akhir 2019. Virus dengan terus menjalar hingga ke lebih dari 200 negara, termasuk Indonesia mulai awal Maret sehingga pemerintah menetapkan Masa Tanggap Darurat sampai penghujung Mei yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri pada 24 atau 25 Mei, juga tradisi mudik.

Pemerintah telah mengimbau agar warga Jabodetabek tidak mudik pada tahun ini dan sempat melambungkan wacana pelarangan mudik. Akan tetapi, warga Jakarta dan sekitarnya khususnya dari kalangan kelas menengah ke bawah malah mempercepat waktu mudik.

Menurut penjelasan Jokowi pada 3 April 2020, selama 8 hari ke belakang telah ada 14 ribu orang yang keluar Jabodetabek. Mereka menuju empat provinsi menggunakan bus Antar Kota Antar Provinsi.

Di Indonesia, sejak dua pasien pertama diumumkan pada 2 Maret 2020 hingga 2 April 2020 kemarin, sudah ada 1.790 orang yang positif terinfeksi dan Jabodetabek menjadi penyumbang terbanyak. Sebanyak 112 orang di antaranya sembuh, sedangkan 170 lainnya meninggal dunia. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar