Ghosn Ditangkap, Kelanjutan Proyek Mitsubishi Xpander Versi Nissan Ditunggu

Berita Otomotif

Ghosn Ditangkap, Kelanjutan Proyek Mitsubishi Xpander Versi Nissan Ditunggu

JAKARTA – Penangkapan Carlos Ghosn di Jepang menimbulkan pertanyaan mengenai kelanjutan proyek multi purpose vehicle (MPV) baru Nissan dengan Mitsubishi di Indonesia.

Seperti diketahui, Ghosn selaku Chairman of the Board Renault, Nissan, Mitsubishi ditangkap Kejaksaan Distrik Tokyo (Tokyo District Public Prosecutors Office) pada Senin (19/11/2018). Pembentuk aliansi Renault, Nissan, Mitsubishi itu diduga memberikan laporan pendapatan palsu kepada Bursa Saham Tokyo selama bertahun-tahun, juga menyalahgunakan aset Nissan Motor Corporation (NMC) demi kepentingan pribadi.

Padahal, aliansi Renault, Nissan, Mitsubishi punya rencana besar penyatuan sumber daya produk, fasilitas perakitan, plus rantai suplai suku cadang di pasar global dengan Ghosn sebagai dalang di balik layar. Satu contoh kecilnya adalah penyatuan platform double cabin Nissan Navara dengan Mitsubishi Triton.

Pasar Indonesia tak ketinggalan menjadi sasaran penyatuan sumber daya aliansi. Proyek yang sudah diumumkan adalah pemakaian platform Mitsubishi Xpander untuk MPV teranyar Nissan. Produk yang dijuluki 'Xpander versi Nissan' ini bakal mulai diproduksi di pabrik Mitsubishi Cikarang, Bekasi pada 2019.

Selain itu, ada pula perakitan mesin Xpander oleh pabrik Nissan di Indonesia. Hal ini dilakukan setahun setelah produksi MPV hasil kolaborasi Nissan-Mitsubishi.

Sayang, kedua agen tunggal pemegang merek (ATPM) mereka di negeri ini menolak berkomentar banyak soal masa depan proyek-proyek itu. Hana Maharani, Head of Communications PT. Nissan Motor Indonesia (NMI), hanya mengatakan perencanaan yang mereka buat sudah kuat.

"Nissan sudah punya rencana jangka menengah kuat ke depannya," tandasnya singkat melalui pesan singkat kepada Mobil123.com pada Rabu (21/11/2018).

Intan Vidiasari, Deputy Group Head of Planning and Communications PT. Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), enggan mengeluarkan tanggapan di luar pernyataan resmi MMC.

“Mohon maaf, kami sebagai distributor di Indonesia tidak bisa berkomentar lebih jauh atas kebijakan lanjut dan principal office. Semua informasi sesuai dengan yang ada di pernyataan pers (Mitsubishi Motors Corporation/MMC),” ucapnya.

Keterangan resmi dari NMC maupun MMC sayangnya masih amat terbatas. Keduanya sejauh ini hanya memberitahu bahwa Ghosn diusulkan untuk dicopot dari jabatan Chairman of the Board plus Representative Director di kedua korporasi. MMC juga mengumumkan akan menggelar investagasi internal seperti yang dilakukan NMC beberapa bulan terakhir.

Di luar itu, berdasarkan penelusuran dari berbagai sumber, Hiroto Saikawa sebagai Chief Executive Officer (CEO) NMC menyatakan Ghosn selama ini terlalu banyak memegang wewenang. Osamu Masuko selaku CEO MMC, di sisi lain, menilai sinergi antar aliansi bisa sangat menantang di masa depan tanpa kehadiran Ghosn yang ia katakan sebagai sosok pemersatu dan ‘tak ada lagi yang sebanding di muka bumi’.

Bisnis aliansi Renault, Nissan, Mitsubishi sendiri mendapat perhatian khusus dari pemerintah Jepang. Yoshihide Suga, Chief Cabinet Secretary, dalam konferensi pers reguler menegaskan bahwa amat penting bagi aliansi untuk segera memastikan kestabilan bisnis mereka.

Karena itu, kita nantikan saja seberapa besar dampak ketiadaan Ghosn terhadap bisnis aliansi di Indonesia, terutama soal calon MPV terbaru Nissan-Mitsubishi atau Xpander versi Nissan [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di sebuah harian umum nasional dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Chat Bantuan
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Chat Bantuan
Support