Mitsubishi: Aliansi dengan Renault dan Nissan Bisa Oleng Tanpa Ghosn

Berita Otomotif

Mitsubishi: Aliansi dengan Renault dan Nissan Bisa Oleng Tanpa Ghosn

TOKYO – Mitsubishi menilai aliansi mereka dengan Renault dan Nissan bisa sulit dikelola tanpa Carlos Ghosn, yang ditangkap oleh otoritas hukum Jepang karena dugaan manipulasi data.

Seperti diketahui, Ghosn pada Senin (19/11/2018) ditangkap Kejaksaan Distrik Tokyo (Tokyo District Public Prosecutors Office). Pembentuk aliansi Renault-Nissan Mitsubishi ini diduga memberikan laporan pendapatan palsu kepada Bursa Saham Tokyo serta menyalahgunakan aset Nissan Motor Corporation (NMC) untuk kepentingan pribadi.

Nissan maupun Mitsubishi pun kini sedang berdiskusi untuk mencopot Ghosn dari posisinya sebagai Chairman of the Board serta Representative Director di kedua perusahaan. Renault bahkan sudah menunjuk pengganti sementara Ghosn di jabatan Chairman of the Board plus Chief Executive Officer (CEO) yang sebelumnya ia pegang.

Osamu Masuko, CEO Mitsubishi Motors Corporation, merasa bahwa sinergi antara ketiga merek besar ini kemungkinan berjalan dengan amat sulit di masa depan tanpa Ghosn. Masuko menganggap Ghosn sebagai sosok pemersatu.

“Saya pikir tak ada orang lain di muka bumi ini yang seperti Ghosn dan bisa mengatur Renault, Nissan, Mitsubishi (secara bersamaan),” ucap pria yang pernah bertugas di Indonesia pada akhir 1990-an ini kepada Reuters pada Selasa (20/11/2018).

Masalah terpelik, menurut Masuko, ada pada kompatriot Mitsubishi asal Prancis yakni Renault. Permasalahannya adalah Ghosn merupakan CEO di sana.

“Problem yang langsung muncul adalah, di saat kami berdua (Nissan dan Mitsubishi) masih punya orang di pucuk pimpinan, tidak demikian halnya dengan anggota aliansi ketiga,” tandas dia, mengacu pada Renault.

Aliansi terbentuk setelah Renault mengakuisisi 43,4 persen saham Nissan pada akhir 1999 dan menyelamatkan pabrikan asal Jepang ini dari kebangkrutan hanya dalam beberapa tahun. Di sisi lain, Nissan pun memiliki 15 persen saham Renault, tanpa hak suara dalam voting.

Anggota aliansi bertambah pada 2016. Dengan Ghosn sebagai otaknya, Nissan mengakuisisi 34 persen saham Mitsubishi, kemudian menyelamatkan pabrikan berlogo tiga berlian itu dari kesulitan keuangan akibat skandal pemalsuan data konsumsi bahan bakar di ‘Negeri Sakura’. Karena kegemilangannya, Ghosn sampai dijuluki ‘Mr. Fix It’ serta ‘The Cost Killer’.

Ketiganya pun mulai menyatukan sumber daya produksi maupun rantai suplai demi mencapai skala ekonomi terbaik sembari melahirkan produk-produk baru. Di Indonesia, hasilnya adalah low multi purpose vehicle (LMPV) Nissan yang menggunakan produksi Mitsubishi Xpander plus diproduksi di pabrik Mitsubishi Cikarang, Bekasi. Produk ini dipastikan meluncur pada 2019. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support