Nissan Harap Mobil Listrik di Indonesia Tak Wajib Punya Ban Cadangan

Berita Otomotif

Nissan Harap Mobil Listrik di Indonesia Tak Wajib Punya Ban Cadangan

JAKARTA – Nissan mengungkapkan harapan agar mobil hybrid maupun mobil listrik tidak diwajibkan memiliki ban cadangan karena ruang untuk menyimpannya terpakai oleh baterai.

Presiden Direktur PT. Nissan Motor Indonesia (NMI) Eiichi Koito menjelaskan bahwa keberadaan ban cadangan memang sebuah isu yang sulit bagi mobil listrik. Pasalnya, kendaraan berteknologi tersebut mesti menyisakan ruang yang cukup sebagai tempat penyimpanan baterai.

“Umumnya penyimpanan baterai itu menggunakan ruang di bawah lantai, sedangkan itu dahulu digunakan banyak mobil untuk tempat ban cadangan. jadi, kami berharap ada pertimbangan dari pemerintah soal ketentuan spesifikasi untuk mobil listrik dalam regulasi,” paparnya.

Koito lalu menjelaskan bahwa ban cadangan tidak lagi diwajibkan di negara maju semisal Jepang atau pun di Benua Eropa. Menurutnya, negara-negara maju merasa tak memerlukan lagi ban cadangan.

“Saya sepenuhnya sadar, regulasi Indonesia tak bisa disamakan dengan negara lain karena peraturan di sini disesuaikan dengan kondisi dan lingkungan sekitar, sehingga kami harus mengikutinya. Tapi, dari perspektif pabrikan terutama jika kita berbicara soal mobil listrik, tidak ada tempat untuk ban cadangan,” lanjutnya.

Ban cadangan dimasukkan sebagai komponen wajib dalam kendaraan melalui Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pada Pasal 57 (3). Akan tetapi, sejak April 2018, pemerintah membolehkan mobil penumpang tanpa ban serep lewat Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Republik Indonesia No. 33 Tahun 2018 tentang Pengujian Tipe Kendaraan Bermotor pasal 14.

Hanya saja, ada satu prakondisi di dalam regulasi itu agar mobil bisa tak membawa ban cadangan yaitu menggunakan ban berteknologi run flat tyre (RFT). [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar