Mobil yang Terjual di Indonesia Tahun Ini Bisa Lebih dari 1,1 Juta Unit

Berita Otomotif

Mobil yang Terjual di Indonesia Tahun Ini Bisa Lebih dari 1,1 Juta Unit

JAKARTA – Proyeksi penjualan mobil Indonesia tahun ini dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) maupun lembaga riset Frost and Sullivan relatif stagnan. Namun, masih ada potensi untuk meningkat di atas ekspektasi.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) merilis prediksi yang moderat yaitu 1,1 juta unit, tak jauh berbeda dari penjualan mobil di 2018 yang berjumlah 1.151.291 unit (naik 6,67 persen dibanding 2017). Frost and Sullivan lebih memberikan angka lebih merinci lagi yakni 1.922.700 unit atau naik 4,2 persen.

Jongkie D. Sugiarto, Ketua I Gaikindo, menjelaskan perkiraan di atas didasarkan atas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih relatif sama antara 2018 dan 2019 yaitu sedikit di atas 5 persen. Pada 2018, pertumbuhan ekonomi menurut pemerintah ada di 5,15 – 5,2 persen.

“Kami lihat prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia masih 5,1 persen,” jelasnya.

Meski begitu, Jongkie tak membantah bahwa belakangan ini asumsi makro untuk perekonomian Indonesia dikoreksi menjadi lebih positif, sehingga penjualan mobil bisa lebih dari perkiraan. Di antaranya adalah Suku Bunga Acuan Bank Indonesia yang kemungkinan bertahan di 6 persen (sebelumnya diramalkan akan terus meningkat hingga sekitar 6,75 persen serta nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang makin membaik sejak awal Januari.

Pergerakan keduanya memang mempengaruhi kondisi kredit serta harga kendaraan bermotor. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru-baru ini juga membebaskan perusahaan leasing dengan kondisi kredit macet rendah untuk memberikan DP rendah, bukan hingga 0 persen.

“Kalau bisa 1,2 juta buat kami bagus-bagus saja. Tapi acuan kami tetap 1,1 juta unit. Mudah-mudahan adanya aturan DP baru, pameran otomotif, dan lain-lain bisa lebih terdongrak,” sebutnya.

Vivek Vaidya, Associate Partner and Senior Vice President of Mobility Frost and Sullivan mengatakan pertumbuhan 5,1 persen di Indonesia masih relatif kuat jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi global. Adapun faktor-faktor pendorong lain di pasar otomotif Nusantara tahun ini ialah pertumbuhan konsumsi domestik, investasi sektor privat, proyek-proyek infrastruktur pemerintah, plus peluncuran model-model baru.

“Faktor eksternal seperti perang dagang Amerika Serikat (AS) dengan China, pengetatan kebijakan moneter di AS, dan defisit transaksi berjalan Indonesia adalah beberapa penghambat tahun yang perlu dilampaui oleh sentimen positif konsumen agar pasar otomotif tetap bisa tumbuh,” tutup dia. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar