Penjualan Mobil 2018 Naik, Mobil Murah LCGC Malah Lesu

Berita Otomotif

Penjualan Mobil 2018 Naik, Mobil Murah LCGC Malah Lesu

JAKARTA – Sebanyak 1,15 juta mobil terjual sepanjang 2018, sedikit di atas ekspektasi awal. Di sektor kendaraan penumpang, segmen mobil murah low cost green car (LCGC) lesu penjualannya.

Data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa 1.151.291 unit terdistribusikan selama Januari – Desember 2018. Volume tersebut tumbuh 6,67 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama setahun sebelumnya (year on year).

Jumlah tersebut di atas target awal Gaikindo. Diwawancarai pada Selasa (22/1/2019), Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo, menjelaskan target awal sebenarnya hanya tumbuh 2 – 3 persen menjadi 1,1 juta unit.

Untuk penjualan retail, performa pasar adalah 1.152.641 unit, naik 8 persen dari 2017 yang sebanyak 1.067.396 unit. Gaikindo dari tahun ke tahun selalu mengumumkan target wholesales, bukan retail.

2018 sendiri diwarnai banyak tantangan. Di antaranya adalah depresiasi kurs rupiah terhadap dollar AS yang menyebabkan kenaikan harga mobil, kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia berkali-kali, serta kredit yang relatif ketat.

Nangoi menjelaskan pertumbuhan pasar di atas harapan terjadi karena dorongan dari sektor kendaraan komersial. Pertumbuhan penjualan segmen ini paling besar.

Menurut Nangoi, ini terjadi berkat pertumbuhan ekonomi yang masih bagus. Harga-harga komoditas juga sedikit membaik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Walaupun harga kelapa sawit turun lagi, harga batu bara masih bagus sehingga ada geliat di pertambangan. Kita juga tak boleh lupakan bahwa pertambangan bukan hanya dari batu bara tapi juga dari nikel, kobalt, dan lain-lain dan ini juga jalan. Tentunya juga pembangunan atau konstruksi yang dilakukan pemerintah seperti jalan tol, pelabuhan, bandara juga memicu pertumbuhan kendaraan komersial,” papar dia kepada Mobil123.com via sambungan telepon.

Jika melihat data wholesales Gaikindo, segmen kendaraan komersial, mulai dari pick up kecil hingga truk dan bus, tumbuh 17,77 persen year on year dari 234.891 unit menjadi 276.631 unit. Pangsa pasarnya membesar dari 21,8 persen menjadi 24 persen.

LCGC Turun
Secara umum, pasar kendaraan penumpang masih naik tipis 3,82 persen. Jika di 2017 ada 842.474 unit mobil penumpang baru di pasar, pada 2018 jumlahnya adalah 874.660 unit.

Nangoi menjelaskan pasar kendaraan komersial paling dipengaruhi tantangan-tantangan kurs, suku bunga, dan kredit.

“Kredit sebenarnya sudah tak terlalu ketat lagi. Tapi bunga mulai naik tahun lalu kemudian kurs dollar yang menguat terus juga pengaruh. Pada akhir tahun juga mulai panas memasuki tahun politik (di 2019),” paparnya.

Ia mengaku tidak terlalu ingat komposisi per segmen di pasar kendaraan penumpang. Namun, segmen multi purpose vehicle (MPV) diakui relatif stagnan, sedangkan sport utility vehicle (SUV) tumbuh.

Adapun segmen LCGC memperlihatkan penurunan 1,75 persen year on year dari 234.554 unit menjadi 230.444 unit. Pangsa pasarnya tergerus dari 22 persen menjadi 20 persen. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar