Kredit DP 0 Persen untuk Mobil Baru Diprediksi Superselektif

Berita Otomotif

Kredit DP 0 Persen untuk Mobil Baru Diprediksi Superselektif

JAKARTA – Kredit dengan uang muka (down payment/DP) 0 persen diyakini akan diterapkan dengan superselektif kepada konsumen-konsumen terpilih sehingga dampaknya kepada pasar mobil tidak terasa.

Seperti diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengizinkan pemberian DP 0 persen oleh perusahaan-perusahaan  pembiayaan kendaraan bermotor dengan tingkat Non-Performing Financing (NPF) di bawah atau sama dengan satu persen.  Hal ini diatur dalam Peraturan OJK (POJK) Nomor 35/POJK.05/2018 Tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan yang diterbitkan pada 27 Desember 2018.

Menanggapi aturan tersebut, Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) merasa bahwa partner mereka dari perusahaan pembiayaan tetap akan memberlakukan DP kepada kebanyakan konsumen. Pasalnya, tanpa uang muka, risiko kredit macet makin tinggi. Apalagi mobil merupakan barang dengan nilai tak murah serta sering digunakan.

“Memberikan DP 0 persen untuk mencicil kendaraan mobil menurut saya kurang begitu tepat karena mobil itu sifatnya mobilitasnya tinggi. Banyak dipakai. Bahayanya jika dengan DP 0 persen mereka mungkin mampu mencicil setahun-dua tahun lalu berhenti,” papar Nangoi ketika dihubungi via sambungan telepon pada Senin (14/1/2019) sore.

Jika itu terjadi, pasar mobil bekas pun bakal memiliki terlalu banyak mobil, hasil sitaan dari para konsumen yang tidak mampu meneruskan cicilan. Kalau sudah begitu, pasar mobil bekas bisa rusak.

“Jadi sebetulnya DP adalah pengaman pembelian mobil melalui cicilan. Dengan dibukanya pengaman ini, di satu sisi memang mobil akan terjual lebih banyak. Tapi, di sisi lain, ada dampak negatif yaitu kemungkinan kredit macet menjadi lebih besar. Kalau kredit macet membesar, nanti akan timbul permasalahan lagi yaitu mobil bekas rusak penjualannya. Biasanya mobil baru kemudian juga akan terkena dampak,” tukas Nangoi lagi.

Pemberlakuan DP semakin penting untuk pembelian fleet (borongan). Soalnya, nilai pembelian semakin besar, sementara kendaraan fleet mobilitasnya jauh lebih tinggi ketimbang mobil pribadi.

“Yang paling berbahaya, kan, misalnya ada orang tidak pernah berbisnis truk untuk pengangkutan pasir. Lalu cicil truk untuk bisnis tersebut. Jalan satu-dua bulan, hitungan dia salah, dia lepas (cicilan). Kondisi truk rusak,” contoh Nangoi.

Mantan Presiden Direktur PT. Isuzu Astra Motor Indonesia ini memprediksi para perusahaan pembiayaan hanya mengeluarkan DP 0 persen pada para konsumen dengan reputasi yang sudah mereka tahu dengan sangat pasti, khususnya pelanggan dari kalangan korporasi.

“Feeling saya, para leasing juga akan memberikan untuk perusahaan-perusahaan yang sudah punya reputasi. Misalnya perusahaan yang sudah punya kendaraan cukup banyak dan mereka melakukan repeat order beberapa unit lagi. Mungkin bisa diberlakukan,” ujarnya.

Target penjualan mobil baru pada 2019 sendiri tidak diubah oleh Gaikindo. Volume diperkirakan masih sama dengan 2018 yaitu 1,1 juta unit. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support