Mitsubishi Jepang Tak Bantah Rencana Jual Produk Global Baru di Indonesia

Berita Otomotif

Mitsubishi Jepang Tak Bantah Rencana Jual Produk Global Baru di Indonesia

JAKARTA – Mitsubishi Motors Corporation (MMC) Jepang tak membantah soal rencana merakit dan menjual produk global baru di masa depan, meski juga tak mau mengelaborasinya. Apalagi, kapasitas pabrik di Cikarang, Bekasi masih bisa ditingkatkan menjadi 400 ribu unit per tahun jika dibutuhkan.

Naoya Nakamura, Presiden Direktur PT. Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), beberapa waktu lalu membeberkan bahwa Xpander, Pajero Sport, dan L300 bukan produk terakhir yang mereka lokalisasi di Cikarang. Kelak, masih akan ada produk global yang dirakit di Indonesia.

Saat ditanyakan mengenai hal ini, Osamu Masuko, Chief Executive Officer MMC, tak membantah tapi juga bersedia membuka lebih lanjut. Ia menjelaskan bahwa produk masa depan untuk Indonesia tidak bisa ia beberkan sekarang.

“Pada dasarnya pabrikan otomotif selalu mengembangkan mobil baru nan atraktif tapi kami tak bilang mobil apa yang nantinya diluncurkan di negara mana. Ini sangat-sangat rahasia. Kalau kami bilang, kompetitor akan menyiapkan strategi penangkal. Kami menyimpan di pikiran kami saja dan setelah waktunya tiba baru kami umumkan,” paparnya dalam konferensi pers investasi tambahan untuk perluasan pabrik Cikarang pertengahan pekan kemarin di Jakarta.

Bisa Rakit 400 Ribu Unit Setahun
Di sisi lain, Masuko menegaskan bahwa pasar otomotif Indonesia sangat potensi dengan jumlah penduduk lebih dari 250 juta jiwa. Potensi tersebut termasuk untuk segmen sport utility vehicle (SUV) yang menjadi spesialisasi Mitsubishi.

Investasi tambahan untuk pabrik yang mereka baru dirikan pada awal 2017 merupakan wujud komitmen untuk mempenetrasi pasar otomotif Tanah Air sekaligus menjadikan negeri ini sebagai basis produksi.

Seperti diberitakan sebelumnya, MMC mengumumkan perluasan kapasitas produksi total pabrik Cikarang dari 160 ribu unit per tahun saat ini menjadi 220 ribu unit per tahun pada 2020. Investasi untuk itu mencapai 4 miliar yen (Rp 540 miliar).

Penambahan kapasitas itu utamanya untuk low multi purpose vehicle (LMPV) Mitsubishi Xpander yang dua tahun dari sekarang mempunyai kapasitas produksi 160 ribu unit setahun termasuk di dalamnya untuk ekspor, pasar dalam negeri, maupun suplai untuk LMPV terbaru Nissan. Diumumkan pula rencana lokalisasi mesin Xpander oleh pabrik Nissan di Indonesia pada tahun yang sama.

“Kami punya rasa percaya diri yang banyak dalam berbisnis di sini. Indonesia sudah menjadi pasar terpenting kami secara global. Kami ingin berkontribusi kepada Indonesia dan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tandas Masuko yang pernah dikirim bertugas di agen pemegang merek Mitsubishi di negara ini hingga penghujung 1990-an.

Apa yang Masuko bicarakan bukan diplomasi belaka. Indonesia sudah menjadi pasar nomor satu Mitsubishi global pada semester satu 2018 berkat respons yang sangat positif terhadap Xpander. Indonesia mengalahkan Cina, Amerika Serikat, dan Jepang.

Masuko menjelaskan bahwa pabrik Cikarang bisa ditingkatkan lagi kinerjanya dua kali lipat menjadi lebih dari 400 ribu unit. Namun, belum ada keputusan mengenai hal itu.

Keterangan Masuko diamini oleh Takao Kato, Presiden Direktur PT. Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI). Jika MMKSI adalah distributor resmi, MMKI merupakan operator pabrik Cikarang.

“Kami masih punya lahan yang sangat luas. Jika benar-benar butuh, kami bisa buat kapasitasnya dobel,” tandasnya. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar