Mitsubishi Xpander Versi Nissan Mulai Diproduksi Awal 2019

Berita Otomotif

Mitsubishi Xpander Versi Nissan Mulai Diproduksi Awal 2019

Jakarta – Mitsubishi memastikan akan menyuplai multi purpose vehicle (MPV) ke Nissan pada awal tahun fiskal 2019. MPV ini lah yang kerap dijuluki sebagai 'Nissan Xpander' atau Mitsubishi Xpander versi Nissan.

Seperti diketahui, sejak akhir 2016 Mitsubishi merupakan bagian dari aliansi yang terdiri dari Nissan, Renault, dan Mitsubishi. Ketiganya berbagi sumber daya produksi dan rantai suplai komponen di pasar global demi mencapai skala ekonomi terbaik.

Untuk pasar Indonesia, Mitsubishi bakal membantu Nissan dengan berbagi platform MPV Mitsubishi Xpander. Asal muasal ini yang menjadi pencetus julukan ‘Nissan Xpander’. Beragam desain kreasi berbagai pihak lalu bertebaran di internet.

Seiring waktu, informasi-informasi mengenai Nissan Xpander satu-persatu terungkap. Di sela-sela debut global Xpander pada Agustus 2017 di Indonesia, diumumkan bahwa pabrik Mitsubishi di Cikarang, Bekasi, bakal memproduksi serta menyuplai model tersebut untuk Nissan.

Pada awal 2018, aliansi kemudian memberitahukan bahwa perakitan Nissan Xpander dimulai pada 2019, tanpa menyebut detailnya. Terakhir, dalam konferensi pers penambahan kapasitas produksi pabrik Cikarang menjadi 220 ribu unit pada 2020 baru-baru ini, terkuak lagi keterangan lebih rinci mengenai kehadiran Nissan Xpander.

“Kami akan mulai menyuplainya pada awal tahun (fiskal) 2019,” papar Osamu Masuko, Chief Executive Officer Mitsubishi Motors Corporation (MMC) pada Rabu (3/10/2018) di Jakarta.

Volume MPV Nissan
Sayangnya, informasi terkait volume produksi MPV Nissan di pabrik Mitsubishi Cikarang belum terungkap. Masuko mengaku belum mendapatkan informasi mengenai itu dari Nissan.

“Belum bisa saya konfirmasi berapa volume produksinya,” tandas dia.

Kapasitas produksi pabrik Mitsubishi Cikarang pada 2020 sendiri didominasi oleh Xpander. Bagaimana tidak, dari total 220 ribu unit per tahun, 160 ribu unit di antaranya adalah untuk model tersebut.

Sekitar 30 persen ditujukan bagi pasar ekspor. Persentase itu setara dengan volume 50 ribu unit.

“Sebanyak 110 ribu unit sisanya untuk penjualan Xpander di Indonesia. Di dalamnya ada pula bagian untuk MPV Nissan. Tapi, sekali lagi, kami tak tahu target penjualan yang Nissan patok,” sebut dia lagi. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar