Mitsubishi Kembali Tolong Bisnis Nissan yang Terus Merugi di Indonesia

Berita Otomotif

Mitsubishi Kembali Tolong Bisnis Nissan yang Terus Merugi di Indonesia

JAKARTA – Mitsubishi untuk kesekian kalinya menolong bisnis Nissan yang sedang terpuruk di Indonesia. Bantuan terakhir adalah diberikannya lokalisasi produksi mesin Mitsubishi Xpander kepada pabrik Nissan, dua tahun dari sekarang.

Sebagai informasi, kedua pabrikan ini merupakan bagian dari aliansi yang terdiri dari Nissan, Renault, dan Mitsubishi. Mitsubishi menjadi anggota aliansi setelah 34 persen saham mereka diakuisisi oleh Nissan pada 2016. Para anggota aliansi memiliki misi untuk saling berbagi sumber daya produksi dan rantai suplai komponen di pasar global demi mencapai skala ekonomi maksimal.

Osamu Masuko, Chief Executive Officer Mitsubishi Motors Corporation (MMC), pada Rabu (3/10/2018) mengumumkan bahwa mesin Xpander akan diproduksi oleh pabrik Nissan di Indonesia pada 2020 sehingga kandungan komponen lokal model tersebut akan menjadi 80 persen, dari 71 persen saat ini. Adapun kapasitas produksi mesin adalah 160 ribu unit per tahun. Tidak disebutkan pabrik Nissan yang mana yang akan melakukannya.

“Mitsubishi nantinya akan membeli mesin Xpander dari Nissan,” ujar Masuko dalam konferensi pers di Jakarta.

Pada kesempatan yang sama, Mitsubishi juga mengumumkan investasi baru sebesar 4 miliar yen atau sekitar Rp 540 miliar. Modal tersebut bakal digunakan untuk menambah kapasitas produksi total pabrik Mitsubishi di Cikarang, Bekasi menjadi 220 ribu unit per tahun pada 2020, dari 160 ribu unit per tahun saat ini. Sebanyak 160 ribu unit kapasitas di 2020 dikhususkan bagi Xpander, baik untuk pasar domestik maupun ekspor (50 ribu unit).

“Investasi Rp 540 miliar ini hanya untuk penambahan kapasitas produksi pabrik kami di Cikarang. Investasi lokalisasi mesin Xpander oleh Nissan di luar itu. Investasi berasal dari Nissan dan  mereka yang menentukan berapa nominalnya,” papar Masuko.

Mitsubishi Banyak Membantu Nissan
Penjualan Nissan di Indonesia terus menurun beberapa tahun belakangan sehingga utilisasi pabrik mereka pun jauh dari kata maksimal. Salah satu pemegang saham PT. Nissan Motor Indonesia (NMI), agen pemegang merek Nissan di Indonesia, bahkan melepas sebagian saham karena merek ini terus merugi.

Aliansi pun turun tangan melalui Mitsubishi. Ini karena di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Mitsubishi lebih banyak penjualannya ketimbang Renault maupun Nissan sehingga paling diandalkan untuk mendongrak bisnis dua rekan mereka.

Bantuan pertama Mitsubishi terhadap Nissan di Indonesia terjadi saat aliansi memutuskan bahwa Nissan dapat memakai platform Xpander untuk dipakai di multi purpose vehicle (MPV) baru mereka. Sebagai informasi, Xpander, yang diluncurkan pada Agustus 2017, merupakan MPV pendorong penjualan Mitsubishi di Indonesia hingga negara ini menjadi pasar nomor satu secara global.

Adapun bantuan kedua adalah penggunaan pabrik Mitsubishi di Cikarang untuk merakit MPV Nissan tersebut mulai awal 2019. Pabrik Mitsubishi sendiri tentu akan pula mendapat keuntungan lewat penjualan MPV tersebut kepada Nissan, meski besar keuntungan tetap tergantung dari seberapa banyak permintaan pasar terhadap MPV Nissan nantinya. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar