Mitsubishi Belum juga Berniat ‘Bangkitkan’ Lancer Evo, Ini Alasannya

Berita Otomotif

Mitsubishi Belum juga Berniat ‘Bangkitkan’ Lancer Evo, Ini Alasannya

TOKYO – Ongkos pengembangan mobil listrik yang mahal bikin Mitsubishi belum berencana ‘membangkitkan’ Lancer Evolution (Lancer Evo) dari kematian.

Kalau ditanya apa mobil Mitsubishi yang paling ikonik sepanjang masa, mungkin jawabannya adalah Lancer Evo. Bagaimana tidak, sedan ini tersohor dengan performanya yang trengginas plus prestasinya yang gemilang di ajang reli dunia.

Sayang, Lancer Evo ‘disuntik mati’ pada 2016, setelah melanglang buana selama 24 tahun (sejak 1992) dengan 10 generasi model.

Sebagian pemegang saham Mitsubishi Motors Corporation (MMC), menurut Carscoops akhir pekan lalu dengan mengutip media Jepang Response, secara spesifik meminta merek ini menghidupkan kembali Lancer Evo.

Apalagi, Mitsubishi sudah memastikan akan mengaktifkan lagi divisi motorsport serta tuning mereka yakni Mitsubishi Ralliart yang makin mengingatkan kepada Lancer Evo. Rencananya, merek berlogo tiga berlian itu bakal melepas aksesori – aksesori resmi Ralliart untuk beragam model yang ada sekarang.

Mitsubishi Lancer Evo generasi awal dengan aksesori Ralliart

Akan tetapi, sang pabrikan dalam rapat tahunan pemegang saham mengatakan bahwa mereka belum berencana mengabulkan permintaan itu.

Adapun penyebabnya, sebut Takao Kato selaku Mitsubishi Motors President and CEO MMC, adalah rencana elektrifikasi yang menyedot anggaran.

“Elektrifikasi kendaraan mengeluarkan biaya banyak dan perusahaan belum cukup kuat,” ucap dia.

“Kami punya defisit yang besar dalam tahun fiskal sebelumnya dan prioritas kami sekarang adalah membangkitkan korporasi terlebih dahulu, setelahnya adalah menghadirkan mobil – mobil yang ditunggu para penggemar,” lanjut dia.

Mitsubishi Lancer Evo X

Pada 2030, Mitsubishi ingin menghadirkan varian terelektrifikasi bagi semua model mereka di pasar global. Meski mereka sudah menghadirkan mobil listrik murni i-MiEV pada 2009 dan Outlander versi plug-in hybrid (PHEV), saat ini mereka agak tertinggal dari sisi variasi pilihan model terelektrifikasi daripada para kompetitor lain.

Mitsubishi pun sekarang diketahui lebih fokus pada pengembangan model – model SUV. Misalnya saja adalah Outlander dan Eclipse Cross.

Bahkan, model MPV mereka di pasar Indonesia yakni Xpander saja berdesain yang amat menyerupai SUV.

Di dalam aliansi Renault – Nissan – Mitsubishi, Mitsubishi juga ‘kebagian tugas’ mengembangkan platform bersama mobil listrik CMF untuk model – model SUV. Misalnya Nissan Ariya, Renault Megane E-Tech, Mitsubishi Airtech. [Xan]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar