Mercedes-Benz untuk Pertama Kalinya Dipimpin Bukan oleh Orang Jerman

Berita Otomotif

Mercedes-Benz untuk Pertama Kalinya Dipimpin Bukan oleh Orang Jerman

FRANKFURT – Daimler AG, induk perusahaan Mercedes-Benz, untuk pertama kalinya dinakhodai bukan oleh orang Jerman.

Ola Kaellenius, seperti dikutip dari Automotive News, pada Rabu (28/9/2018), diumumkan sebagai Chief Executive Officer (CEO) Daimler AG dan Head of Mercedes-Benz Cars. Lelaki berusia 49 tahun asal Swedia ini akan menggantikan Dieter Zetche setelah pertemuan tahunan pemegang saham digelar pada 22 Mei 2019. Ia akan pula menjadi Head of Mercedes-Benz Cars Division.

Kaellenius saat ini menjabat sebagai Head of Group Research & Mercedes-Benz Cars Development. Karenanya, dia sangat paham mengenai perkembangan serta arah riset dan pengembangan teknologi di industri otomotif maupun di internal Mercedes-Benz.

Zetche sendiri sudah menduduki kursi CEO Daimler cukup lama, yaitu 12 tahun. Sebelumnya, pria berusia 65 tahun ini pernah pula menjadi CEO Chrysler Group pada 2000 – 2005.

Zetche selanjutnya diproyeksikan untuk mengisi posisi Chairman of The Supervisory Board, menggantikan Manfred Bischoff pada 2021. Namun, dia harus terlebih dahulu mendapat persetujuan dari para pemegang saham Daimler.

“Dengan dinominasikannya Dieter Zetche sebagai Chairman of The Supervisory Board, kami memastikan berlanjutnya kesuksesan Daimler. Sementara itu, kami telah menunjuk Ola Kaellenius (sebagai suksesor Zetche) yang pengalaman internasional dan kesuksesannya sebagai eksekutif Daimler sudah diakui,” papar Bischoff.

Pergantian manajemen Daimler terjadi di saat-saat kritis bagi kompetitor abadi BMW tersebut. Daimler, pada Juni 2018, termasuk dalam pabrikan otomotif pertama yang mengoreksi target tahunan mereka karena ketidakpastian akibat tensi perdagangan global saat ini serta pengeluaran teramat besar untuk pengembangan mobil listrik.

“Dengan mempertimbangkan tantangan-tantangan yang muncul dari transformasi industri otomotif, dewan pengawas bermaksud mempersiapkan suksesor yang pantas di fase awal,” sebut Daimler dalam keterangan resmi mereka.

Daimler bertindak di luar pakem dengan menunjuk Kaellenius. Selain bukan orang Jerman, Kaellenius juga tidak seperti para pendahulunya yang pernah ‘dididik’ di unit bisnis kendaraan komersial Daimler. Dia pun tidak memiliki latar belakang keteknikan (engineering) sangat  kuat layaknya para CEO sebelumnya.

Sejak pertama bergabung pada 1993 setelah menyelesaikan studi manajemen dan finansial di Swedia, Kaellenius terus mengurusi unit bisnis kendaraan penumpang, di antaranya di divisi penjualan serta AMG. Kegemilangan karier Kaellenius membuatnya sejak lama dipandang sebagai salah satu pengganti layak Zetche.

“Kaellenius, saya yakini bisa lebih baik ‘menjual’ era baru dibanding kandidat alternatif lain. Pakem lama di industri otomotif Jerman bahwa CEO harus dari bidang keteknikan, di era yang punya banyak tantangan teknologi seperti saat ini, terkesan terlalu menyederhanakan masalah,” nilai Juergen Pieper, Analis Bankhaus Metzler. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar