Menteri Perindustrian Sebut Mitsubishi Xpander Hybrid akan Diproduksi di Indonesia

Berita Otomotif

Menteri Perindustrian Sebut Mitsubishi Xpander Hybrid akan Diproduksi di Indonesia

TOKYO – Agus Gumiwang, Menteri Perindustrian menyebut bahwa Mitsubishi Motor Corporation akan memproduksi Xpander Hybrid dan PHEV di Indonesia.

Hal ini Ia sampaikan setelah bertemu dengan pimpinan Mitsubishi Motor Corporation dalam kunjungan kerjanya ke Jepang. Tak hanya itu, Ia juga menyebut bahwa Mitsubishi akan memproduksi Battery Electric Vehicle (BEV) di Tanah Air.

“Mereka akan mengembangkan dua model yaitu Mitsubishi Xpander hyrbid dan model kedua yaitu PHEV. Kendaraan tersebut akan diarahkan untuk menjadi produk ekspor dari Indonesia ke beberapa negara,” terangnya.

Sayangnya, Ia tidak menyebutkan kapan waktu dari pengembangan Mitsubishi Xpander hybrid dan PHEV akan selesai. Meski demikian, Ia menjelaskan bahwa kedepannya, Mitsubishi akan menjadikan teknologi hybrid sebagai pengembangan utama mereka. Untuk itu, pihaknya akan terus mengawal agar ekosistem kendaraan listrik di Indonesia tetap baik.

Mitsubishi Xpander

"Mereka akan mengembangkan hybrid, memang itu pilihan bisnis mereka, tentunya kami kawal. Selain hybrid mereka juga akan melakukan investasi plug in hybrid. Khusus untuk jenis electric vehicle [EV] mereka masih melakukan studi terhadap model yang akan dikembangkan tetapi komitmen sudah ada," ujar Agus kemudian.

Mobil-mobil tersebut pun rencananya tidak hanya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan domestik tapi juga untuk keperluan ekspor. Tentunya ini akan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara eksportir mobil.

Sebelumnya diberitakan bahwa Mitsubishi Motor Corporation akan menambah investasi mereka pada akhir 2025 hingga Rp 11,2 triliun. Selain untuk pengembangan kendaraan, investasi tersebut juga akan digunakan untuk menambah jumlah produksi pabrik mereka yang ada di Bekasi, Jawa Barat. Dengan demikian, kapasitas produksi pabrik yang sebelumnya 220.000 bisa meningkat menjadi 250.000.

Pabrik Mitsubishi sendiri saat ini berdiri di atas lahan seluas 30 hektar dan menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja. Beragam fasilitas telah dihadirkan di pabrik ini gua memastikan kualitas kendaraan tetap terjaga. Sebut saja full automatic press line, 53 robot pada bagian pengelasan dan robotic spray painting. Fasilitas tersebut dianggap merupakan teknologi terbaru dalam sistem produksi kendaraan di Indonesia. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar