Ada Insentif PPnBM, Mitsubishi Masih Pelajari Penurunan Harga Duo Xpander

Berita Otomotif

Ada Insentif PPnBM, Mitsubishi Masih Pelajari Penurunan Harga Duo Xpander

JAKARTA – Mitsubishi mengaku belum memutuskan seberapa besar penurunan harga Xpander maupun Xpander Cross dengan adanya insentif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) mulai bulan depan.

Seperti diberitakan, mulai Maret – November 2021 pemerintah memberlakukan relaksasi pajak bagi mobil baru. PPnBM diberikan insentif secara bertahap dengan besaran yang berubah-ubah tiap tiga bulan, dimulai dengan PPnBM 0 persen.

Irwan Kuncoro, Direktur Penjualan dan Pemasaran PT. Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), mengatakan tidak semua model yang mereka jual di pasar Indonesia bakal menikmati insentif tersebut. Hanya dua di antaranya yang termasuk dalam kategori kendaraan ditentukan pemerintah.

“Sejauh ini, sejauh yang kita semua tahu dari pernyataan pers Kementerian Koordinator Perekonomian, insentif adalah untuk yang 1.500 cc ke bawah, sedan maupun kendaraan 4x2 dengan local content 70 persen. Dari ketentuan ini, Xpander dan Xpander Cross adalah model Mitsubishi yang masuk (dalam kategori),” ucap dia dalam konferensi pers virtual peluncuran Pajero Sport facelift pada Selasa (16/2/2021).

Mitsubishi Xpander Model Year 2020
Mitsubishi, lanjut Irwan, mendukung tiap inisiatif dan kebijakan pemerintah, termasuk yang terbaru ini. Insentif PPnBM mobil baru diberikan demi meningkatkan pasar otomotif di tengah pandemi virus Corona (Covid-19) yang masih juga menerpa Nusantara sejak Maret 2020.

Akan tetapi, pabrikan berlogo tiga berlian ini mengaku belum ketuk palu mengenai nominal penurunan harga bagi Xpander maupun Xpander Cross. Mereka masih mempelajari sambil menanti aturan resminya terbit.

“Saat ini kami masih mempelajari lebih lanjut sambil menunggu ketentuan peraturan dan detail teknis, sehingga bisa menerapkannya dengan tepat,” pungkas Irwan.

Mitsubishi Xpander Cross
Relaksasi PPnBM mobil baru memang masih harus menunggu Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Belum diketahui tanggal pasti regulasi ini terbit.

PPnBM 0 persen pada Maret – Mei sendiri akan dilanjutkan dengan pemangkasan 50 persen dari tarif pada Juni – Agustus. Selanjutnya adalah insentif sebanyak 25 persen dari tarif pada September – November.

Besarannya bisa berubah di tengah jalan, karena tiap tiga bulan akan direviu kembali. Kementerian Koordinator Perekonomian juga membuka kemungkinan menerbitkan aturan keringanan kredit, untuk melengkapi relaksasi PPnBM mobil baru. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar