Lebih dari 3.000 Orang Melanggar Aturan PSBB di DKI Jakarta

Berita Otomotif

Lebih dari 3.000 Orang Melanggar Aturan PSBB di DKI Jakarta

JAKARTA – Polda Metro Jaya mengakui bahwa jumlah pelanggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta masih tinggi.

Pada hari Senin, 13 April 2020 tercatat ada 3.474 pelanggaran. Dari jumlah tersebut, tidak menggunakan masker saat mendominasi pelanggaran. Setidaknya ada 2.304 pelanggaran tidak menggunakan masker.

“Senin kemarin ada sebanyak 3.474 pelanggaran. Tidak memakai masker itu ada 2.304 pelanggaran, 787 pelanggaran jumlah penumpang melebihi 50 persen kapasitas mobil dan 383 pengendara roda dua berboncengan tidak satu alamat,” ujar Kombes Sambodo Purnomo Yogo, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya.

Para pelanggar diminta mengisi blangko teguran yang menyatakan tidak akan mengulangi pelanggaran untuk kedua kalinya.

“Kita berikan blangko teguran dan berjanji tidak akan mengulangi,” tutupnya.

Sejak hari Senin, 13 April 2020, pelanggar PSBB di DKI Jakarta akan mendapatkan sanksi yang lebih tegas dibandingkan hari-hari sebelumnya. Ini dilakukan karena pada hari pihak Polda Metro Jaya masih melakukan sosialisasi.

Penegakan hukum yang lebih tegas memang dinilai perlu karena pelanggaran PSBB di DKI Jakarta terbilang masih tinggi. Saat berita ini dibuat, telah terjadi lonjakan jumlah korban meninggal Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) sebanyak 60 orang. Ini adalah jumlah terbesar sejak pertama kali Indonesia mengumumkan ada warganya yang terkena Covid-19.

Dengan ini maka dari 4.839 kasus Covid-19 di Indonesia, sudah ada 459 orang yang meninggal dan 426 sembuh. Jumlah tersebut masih bisa bertambah karena saat ini ada 10.482 berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan 139.137 Orang Dalam Pengawasan (ODP).

Jakarta menjadi wilayah paling banyak terjadinya kasus yaitu sebanyak 2.349 kasus positif. Dari jumlah tersebut ada 1.385 orang dirawat, 558 orang melakukan Isolasi Mandiri, 243 orang meninggal dan 163 orang sembuh. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar