PSBB Diyakini Bisa Bikin Polusi Jakarta Turun ke Tingkat Ideal

Berita Otomotif

PSBB Diyakini Bisa Bikin Polusi Jakarta Turun ke Tingkat Ideal

JAKARTA – Penerapan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) gara-gara virus Corona diyakini mampu membuat kondisi polusi di Jakarta, yang banyak datang dari asap kendaraan bermotor, akhirnya dapat mencapai kondisi ideal.

Ahmad Saffrudin selaku Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB) mengatakan level polusi di Ibu Kota masih tergolong tinggi selama masa anjuran bekerja (Work From Home) dan belajar di rumah karena pandemi virus Corona. Pada 10 hari pertama WFH, 16 – 25 Maret 2020, saja level konsentrasi partikel PM2.5 masih masuk dalam kategori tidak sehat dengan rata-rata 44,55 microgram/meter cubic.

Namun, dilihat dari perkembangannya, ada penurunan polusi pada 10 hari kedua (26 Maret 2020 – 4 April 2020) jika dibandingkan sebelumnya. Tingkat polusi di 10 hari ketiga masih dalam akhir studi, tapi Puput--sapaan akran Safruddin--memberi petunjuk bahwa trennya pun makin positif.

Puput lantas meyakini PSBB Jakarta selama dua pekan yaitu pada 10 – 24 April bisa ‘memaksa’ kendaraan-kendaraan bermotor agar tidak banyak bersliweran di jalan raya. Dengan demikian, tingkat polusi di Jakarta akhirnya dalam taraf ideal.

“Standar nasional mengenai kondisi polusi yang baik itu, kan, 15 microgram/meter cubic. Kalau social dan physical distancing ini dilanjutkan, apalagi dengan PSBB, bisa dikatakan kategori baik mampu tercapai,” ucap dia dalam konferensi video bersama Forum Wartawan Otomotif pada Senin (13/4/2020) malam.

Selama PSBB, pemerintah provinsi berhak mewajibkan hampir seluruh aktivitas bisnis diliburkan atau dikerjakan dari rumah, juga aktivitas belajar – mengajar. Di samping itu, ada pelarangan kerumunan plus pembatasan mobilitas transportasi umum maupun kendaraan pribadi.

Polusi Tinggi Kendaraan Bermotor
Puput menjelaskan bahwa kontribusi terbesar polusi Ibu Kota berasal dari asap kendaraan bermotor. Berdasarkan studi KPBB, knalpot kendaraan bermotor dalam kondisi aktivitas normal mencapai 19.350 ton polutan/hari.

“Ini (19.350 ton/hari) sekitar 47 persen dari total emisi di Jakarta,” tandas Puput merespons Mobil123.com dalam sesi tanya jawab.

Dari kategori kendaraan bermotor, sepeda motor menjadi pencemar terbesar dengan kontribusi 45 persen. Selanjutnya adalah bus umum, baik dalam kota maupun antarkota antar provinsi, sebanyak 21 persen.

Truk-truk berbagai ukuran menempati peringkat selanjutnya dengan kontribusi 18 persen. Selanjutnya adalah mobil pribadi bermesin bensin (14 persen) dan mobil pribadi bermesin diesel yang sedikit jumlahnya (2 persen).

“Bayangkan, sumbangan kendaraan bermotor sangat besar untuk Jakarta. Sebanyak 47 persen sendirian,” tutup dia. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar