Upaya Kia Jual Seltos Diesel di Indonesia Terganjal Isu Ini

Berita Otomotif

Upaya Kia Jual Seltos Diesel di Indonesia Terganjal Isu Ini

JAKARTA – Kia mengaku tertarik mendatangkan Seltos diesel ke Indonesia dan sedang mempelajarinya. Pengganjal kedatangannya ke pasar otomotif negeri ini adalah isu kualitas bahan bakar minyak (BBM) untuk mesin diesel.

Ario Soerjo, Marketing and Development Division Head PT. Kreta Indo Artha selaku agen pemegang merek, mengaku pasar pasar sport utility vehicle (SUV) diesel di Indonesia menarik minat mereka. Karena itulah, ia tak menutup rapat kemungkinan mendatangkan Seltos diesel ke Tanah Air.

Sekadar mengingatkan, Seltos yang meluncur di Nusantara sejak Januari 2020 adalah tipe mesin bensin. Adapun banderolnya adalah Rp 295 – 355 juta on-the-road Jakarta.

“(Pasar) mobil jip diesel kecil berharga terjangkau pasti ada. Apalagi kalau sudah mencoba SUV – SUV besar diesel dari merek-merek mainstream (arus utama) yang menggunakan ladder frame (sasis tangga). Penjualan model-model itu, kan, masih banyak sekali,” ucap dia dalam Diskusi Virtual Forum Wartawan Otomotif (Forwot) belum lama ini.

Meski begitu agen pemegang merek Kia hingga kini masih dalam tahap studi untuk mendatangkan Seltos diesel. Pasalnya, standar emisi mesin Seltos diesel di India—negara produsen sekaligus penyuplai model tersebut untuk Indonesia—sudah Bharat 6 yang setara dengan Euro 5 atau bahkan Euro 6 di Eropa sedangkan Indonesia masih Euro 2.

“Seltos Diesel itu sedang kami pelajari. Masalahnya, jika saya paksakan untuk diluncurkan dan mobil ini hanya bisa Pertamina Dex, yang rugi konsumen,” beber Ario.

Ketersediaan BBM dengan kualitas memadai bagi Seltos diesel di Indonesia, lanjut dia, belum merata di semua daerah. Jenis yang banyak tersedia ialah Bio Solar.

"Takutnya begitu keluar daerah hanya ada Bio Solar dan ternyata tidak cocok lalu menyumbat nantinya malah rugi. Kami sedang pelajari dengan seksama apakah kita bisa mendapatkan mesin yang kompatibel dengan bio solar," bongkar dia.

Standar emisi gas buang Euro 4 bagi mesin diesel di Tanah Air baru berlaku mulai 2022, mundur setahun dari jadwal sebelumnya gara-gara pandemi virus Corona. Mesin bensin sudah lebih dulu menerapkan standar tersebut sejak 2018.

Seltos diesel sudah terdaftar di Samsat DKI Jakarta, termasuk nilai jualnya sebelum pajak (Nilai Jual Kendaraan Bermotor/NJKB). Ario mengatakan ini adalah praktik biasa dari agen pemegang merek dan NJKB masih bisa disesuaikan lagi saat model dinilai sudah ‘aman’ untuk mengaspal.

“Kami enggak boleh gegabah. Ujung-unjungnya harus bisa kasih yang terbaik ke konsumen,” tandasnya. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar